Senin, 31 Oktober 2011

Basa Basi

Sudah tidak asing ya dengar kata tersebut ,  Sudah umum sekali basa basi dalam masyarakat kita ,  saya lahir di jawa  biasa menyebut diri sendiri “wong jowo”.  Dalam lingkungan saya Basa basi sudah mengakar dalam budaya sehari hari , seakan akan kalau kita tidak bisa ber basa basi dianggap orang yang tidak sopan. 

Kalau menurut saya basa basi itu sama saya dengan BAHASA BASI atau bisa dikatakann bahasa yang seharusnya sudah tidak kita lakukan karena sudah BASI,  basa basi cenderung berpengaruh negatif terhadap  pelakunya, bagaimana tidak , jika kebanyakan basa basi yang dilakukan itu cenderung destruktif atau bersifat negatif atau merendahkan diri sendiri.

Misal :
Mr.B seorang  petani yang sedang panen dan panenya kali ini banyak
Mr. A   : wah senang yang pak panennya kali ini banyak
Mr.B    :  enggak pak lah , Cuma segini thok kok

Dari dialek diatas sudah jelas sekali bahwa Mr.B  mengucapkan bahasa yang biasa disebut orang  dengan basa basi , tidak mau mengakuai aslinya cenderung untuk merendahkan keadaan yang sebenarnya. Memang dalam budaya jawa orang mengatakan sebenarnya tentang diri sendiri dianggap orang yang gemede atau bahasa indonesianya sombong.
Seharusnya Mr B tidak mengatakan seperti itu tapi bahasa yang diucapkan akan lebih baik kalau mengatakan “Alhamdulillah pak , panen kali ini saya dapat banyak, terima kasih pak “. bukankah kata itu sudah wajar karena memang panennya lagi banyak kenapa harus mengatakan “ Cuma segini thok”.

Kembali lagi ke Basa Basi .
Bahwa sewajarnya kita sebagai manusia selalu membangun nilai positif dalam diri kita , kita tanamkan hal hal positif kepada kita agar kita bisa maju, maju dan terus maju. Dengan basa basi kan kita tidak menanamkan nilai positif tapi melah menanamkan nilai negatif bagi diri kita.

Bukankan doa yang kita panjatkan tidak selalu doa setelah kita selesai solat.  Kata kata kita , perbuatan kita , tingkah laku kita juga merupakah bagian dari doa itu sendiri ?
Lah terus kalau kita selalu melestarikan kata kata basa basi ? bukankan itu juga doa ?

Doa yang jelek tentunya  seperti contoh diatas Mr.B  mendoakan dirinya sendiri agar panennya “Cuma segini thok” atau bisa diartikan panennya sedikit, padahal temannya mendoakan panennya banyak. Kan jadi aneh ya. . . . . . . . .
 
Satu contoh lagi
Mr.A    : Nanam Pohon Mangga ya pak ?
Mr. B   : Iya ini . . .,  ya itung itung buat adem adem halaman rumah pak ?
Kenapa tidak dijawab “ Iya pak biar besok bisa panen mangga” kan hal wajar jawaban seperti itu.
Coba besok kalau pohon mangganya sudah besar kalo buahnya sedikit dan hanya daunya saja yang lebat jangan salahkan pohon,  atau dulu promosinya penjual pohon yang katanya buahnya banyak. Kan doanya sendiri katanya menanam pohon mangga hanya untuk “adem adem halaman rumah”, jadi opsi pohon itu bisa berbuah yang banyak bukan merupakan prioritas utama tapi yang jadi prioritas ya daunya lebat biar halaman rumah terasa adem. Bukan kah begitu ?
Masyarakat modern seperti sekarang ini yang ingin maju tentunya sudah waktunya untuk meninggalkan “Basa basi”, bicaralah apa adanya, Cuma yang diperlukan adalah mencari kata kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan yang sebernarnya agar tidak terjadi salah paham dengan lawan bicara kita. Mungkin itu pilihan yang bijak untuk kita ambil dari pada kita memilih untuk ber “basa basi”. Bangun nilai nilai positif dalam diri kita agar kita bisa terbuka untuk menerima kemajuan dalam kehidupan ini yang sangat cepat sekali berubah.

Semoga kita tiap hari bisa lebih maju dari hari kemarin dalam arti baik.

Selasa, 11 Oktober 2011

Kata Maaf


"Maaf" empat huruf yang sangat sederhana tetapi akan terasa berat kita ucapkan dengan sepenuh hati, karena dengan mengucapkannya seolah olah kita merasa sedang merendahkan diri sendiri padahal sebenarnya tidak begitu. Dengan mengucapkan maaf kita tidak sedang merendahkan diri sendiri tetapi kita lagi mengembangkan jiwa ini untuk bisa tumbuh besar menuju kelapangan hati.

 Pernah suatu ketika teman saya di kantor mengatakan “ entah mengapa aku hari ini ingin meminta maaf pada semua orang-orang atau temen-temen yang aku kenal “ , sambil menjabat tanganku dengan erat, aku hanya diam sambil membalas jabatan tangan dengan penuh tanya dalam hati, mengapa harus meminta maaf denganku segala ?, bukankah temanku ini dalam pergaulan sehari-hari tak pernah berbuat salah denganku atau menyakiti hatiku, bahkan kalaupun temanku ini pernah berbuat  salah padaku tentu aku akan selalu memaafkannya. Alloh saja memaafkan umatnya apalagi aku yang hanya seorang makhluk yang bernama manusia.

Dan setelahnya aku merenung sebelum tidur malamku, alangkah baiknya bila semua manusia yang hidup di dunia ini saling maaf-memaafkan dengan ikhlas mungkin hidup ini akan damai, ah….. tapi apakah kita juga harus memaafkan gayus sang koruptor, walahhhh..iki ora ono hubungane karo koruptor ( ini tidak ada hubungannya antara  meminta maaf dengan korupsi ) kalau sebagai manusia tentu saja  aku memaafkan gayus, tapi biarkan hukum juga berjalan sesuai kesalahan/ kekhilafannya. Hukum ?, lalu bagaimana kalau hukum juga bisa diakali gayus…. Biarkanlah Alloh saja yang nantinya menegur gayus dan tentunya pejabat hukum yang bisa diajak kongkalikong.  Allahuma Turjah ( Ya. Alloh atur sajalah ).

Maaf adalah hal yang sangat sulit diucapkan (kecuali pasca bulan Ramadhan kadang diobral dalam bungkus kartu lebaran), pernah suatu ketika aku beli sesuatu barang disebuah warung dan pemilik warung menjawab “maaf barangnya sudah habis”, entah mengapa aku tidak kecewa dan memberi apresiasi pada pemilik warung tersebut…hanya karena ada ucapan maaf-nya. Apakah maaf selalu diucapkan dengan kata dan juga memberi maaf juga perlu diucapkan, semua kembali pada diri masing-masing diucapkan baik tidak diucapkan juga baik intinya hati kita yang mengucapkan tidak harus dengan kata  (itu menurut aku ).

Dalam hidup ini kita pastinya pernah berbuat salah baik sengaja maupun tidak apalagi sebagai makluk social yang berhubungan satu sama lainnya maka maaf adalah obat mujarab untuk kemuliaan hidup tapi jangan maaf dibuat sebagai senjata lho….kok sebagai senjata ? jadi teringat teman kost dulu, dia selalu bilang maaf kalau ada sesuatu yang menguntungkannya. “maaf rif, nanti kalau mau keluar tolong titip belikan rokok, sekalian belikan ini…itu…dll , maaf pakai uangmu dulu ya”. Sekali dua kali bagi saya tidak masalah tapi kalau keseringan juga bangkrut hehehehehe….. tapi entah mengapa setelah berpisah aku jadi kangen dengan temanku tersebut, bahkan aku selalu memaafkannya, karena teman kost tadi bagiku juga punya sisi yang baik. (jangan dilihat dari buruknya saja, tapi sisi baiknya juga harus diperhitungkan).

Kembali ke teman kantorku tadi ketika dia meminta maaf pada semua orang yang dia kenal maka aku yakin setelahnya itu hatinya akan plong….sehingga beban hatinya agak berkurang dan itu secara psikologis beban-beban hidup yang berat agak berkurang pula….itulah nikmatnya maaf, magicnya kata m.a.a.f (tentunya juga bagi orang yang mau memberikan maafnya). Terima kasih teman tanpa sadar telah memberi pencerahan padaku.

Sabtu, 08 Oktober 2011

Anak Anak Ku

Ini Anaku ku yang nomor 2

Ini Anaku yang pertama








Mereka semua adalah anak anak saya , anak yang pertama laki-laki lahir tanggal 19 Maret 2008 dan anak yang perempuan lahir tanggal 05 Juli  2010







Jumat, 07 Oktober 2011

Entah Apa . . . . . .


Kujalani sudah rasa ini sekitar 2 minggu terakhir ini, entah mengapa ada daya dorong yang kuat untuk berbahagia . Ya bahagia. . . . benar bahagia . . . . kata itu hanya bisa dirasa , dirasa dalam hati kita yang menyebut diri sebagai manusia , kata itu kalau sudah masuk kedalam hati atau sudah bisa dirasakan oleh hati menurut saya adalah sebuah harta karun melebihi apapun yang ada di dunia ini tidak ternilai harganya tidak ada yang sebanding dengan itu , kalau ada yang mengatakan emas lah yang paling mahal itu salah. . . . . kalau ada yang mengatakan mutiara yang paling mahal itu salah. . . . . emas,mutiara memang banyak dicari manusia tapi bahagia lebih populer dari itu bahkan dibanding dengan emas dan mutiara tadi , bahagia lebih banyak dicari oleh manusia , bukankan itu harapan hampir semua orang yang sekarang sedang hidup di planet yang kita sepakati dengan nama BUMI ini ? . Bahagia ini yang sedang saya rasakan dalam minggu minggu terakhir ini , tapi ironinya kenapa kira kira mulai kemarin dalam kebahagian yang kurasakan ini ada terselip perasaan hampa dalam arti seperti ada yang hilang dalam hidup ku ini, apakah kebahagiaan ini hanya semua atau semacam metamorfosa dari pengaruh lingkungan yang sedang aku alami ?, kenapa begini , seharusnya kan tida ada kehampaan, kekosongan dalam setiap kebahagiaan , adakah yang salah dengan kebahagiaan yang sedang aku alami ? adakah kesalahan yang aku lakukan dalam kebahagian ini ? bagaimanakah seharusnya bahagia itu ? apakah saya masih salah dalam mengartikan kebahagiaan itu ? apakah sebenernya saya belum menemui kebahagiaan itu dalam hati ini ? APA YANG SEMESTINYA SAYA LAKUKAN ? kenapa dalam kebahagiaan yang sedang aku alami ada sebersit perasaan hampa ? Hmmmm. . . Hmmmm. . . .Hmmmm. . . . .