Selasa, 13 Desember 2011

Doa Sebelum dan Sesudah Tidur


Kita sebagai manusia dalam kehidupannya tidak akan lepas dari bermasyarakat, bersosialisasi atau berinteraksi dengan orang lain, masing masing orang tentunya akan berbeda dalam tabiat, sifat , temperamen dan masih banyak lagi perbedaan lainnya, dari perbedaan itu akan muncul suatu permasalahan yang adakalanya bisa menyakiti hati orang lain atau bisa menyalahi orang lain atau juga bisa menyakiti hati kita. Walaupun kita anggap perbuatan kita biasa tapi ternyata bisa saja perbuatan yang kita anggap biasa itu ditangkap oleh orang lain sebagai hal yang bisa menyakiti hatinya. Atau sebaliknya perbuatan yang oleh orang lain itu dianggap biasa tapi ternyata kita menangkapnya sebagai perbuatan yang menyakiti hati kita, itu semua terjadi sebagian besar karena adanya miss komunikasi/ kurang adanya komunikasi kedua belah pihak.
Setiap kali kita atau juga orang lain merasa disakiti hatinya tentunya hati ini akan sakit rasanya, dongkol, marah, tidak terima itu wajar dan memang manusia ya seperti itu adanya. Tetapi ada hal yang tidak wajar yaitu menyimpan kemarahan, ke dongkolan hati ini dalam jangka waktu yang lama, toleransi agama untuk menyimpan kemarahan, sakit hati itu hanya sampai 3 hari saja tidak lebih. Karena semakin lama perasaan itu kita simpan akan semakin menyakitkan dan mungkin saja bisa berakibat kepada sakit fisik. Untuk menjadi manusia besar kita harusnya bisa membuang perasaan itu secepatnya, semampu kita maksimal ya 3 hari tidak lebih dan boleh kurang tentunya.
Untuk menyikapi masalah tersebut ada beberapa hal yang mungkin bisa menyelesaikan dan kalo rutin dilakukan akan memunculkan reaksi yang luar biasa dasyatnya. Silahkan dibuktikan kata guru saya. Hal apakah itu . . . . . ?  sederhana sekali yaitu sebelum tidur kita berdoa seperti doa biasa yaitu doa mau tidur trus ada satu tambahan doa yaitu “ YA ALLAH SAYA SUDAH MEMAAFKAN SEMUA ORANG YANG TELAH MENYAKITI HATI SAYA HARI INI” ucapkan 3 x atau lebih kurang juga boleh, saratnya ucapkan dengan penuh kesadaran, maka hati kita akan tenang karena semua ganjalan dihati sudah sirna , sudah kita buang , semakin kita sering mengucapkannya hati kita akan semakin ringan. Untuk doa selanjutnya kita ucapkan setelah kita bangun tidur yaitu setelah kita berdoa seperti doa biasa selanjutkan kita ucapkan “ HARI INI SIAPA YANG AKAN SAYA TOLONG”. Tentunya dengan penuh kesadaran agar masuk ke bawah sadar kita untuk kemudian menjadi tabiat kita yaitu suka memaafkan dan suka menolong tanpa pamrih. Alangkah bahagianya apabila kebahagian kita itu terjadi karena kebahagiaan orang lain atau dengan kata lain kita bahagia kalo melihat orang lain bahagia, kita bahagia dengan menolong orang lain, kita bahagia dengan bisa mengeluarkan sesuatu dari kita entah itu tenaga, harta atau pemikiran untuk kebahagiaan orang lain.
Sebagai penutup tentunya saya juga baru memperoleh ini dari pertemuan rutin malam selasa di masjid abu bakar komplek sdit Petambakan serta tentunya saya juga akan berusaha melaksanakan itu , semoga saya, anda dan kita semua bisa lebih bahagia kalo bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

Jumat, 11 November 2011

ASU . . . . . .


Saya rasa hampir semua mengerti apa maksud kata kata itu .
Ya. . . .  ungkapan marah sebagaian masyarakat terutama di lingkungan saya , kalau ada orang marah sampai menyebut  Asu . . . . .!!!  Celeng . . . . . .!!!  sudah bisa dipastikan orang tersebut dalam kondisi temperatur tinggi , kondisi yang tidak memungkinkan untuk diajak berdialog karena pikiran sudah tidak stabil sudah dikuasai marah.
Berkenaan dengan kata –kata tadi saya akan sedikit memberikan data data yang saya temui dalam keseharian saya.
LATAH . . . . . .


Beberapa tahun yang lalau LATAH booming sekali di masyarakat kita, LATAH adalah suatu keadaan fisik di mana penderita secara spontanitas mengeluarkan respon (berupa ucapan kata-kata atau kalimat dan sering disertai gerakan tubuh) terhadap suara atau gerakan yang sifatnya mengagetkan penderita(wikipedia)

Dalam lingkungan saya sekarang ini masih banyak menemui hal- hal tersebut setidaknya ada tiga perbandingan yang bisa saya sajikan pada kali ini 
  1. Ada orang yang pada saat mengalami kejadian yang mengagetkan mengeluarkan yang dalam persepsi  saya di sebut dengan LATAH menggunakan kata kata kasar atau kata kata yang menurut budaya setempat dipandang sebagai kata kata kotor misa seorang  yang dikagetkan oleh temannya dari belang trus keluar  dari mulutnya kata kata  Asu, Celeng . . . . Sialan ,  dengan nada keras dan hal itu sudah biasa
  2. Ada yang pada saat seperti itu mengucapkan kata kata biasa ( yang menurut budaya setempat tidak ada nilai negatifnya misal kucing kucing kucing , aduh, dll)
  3. Ada yang pada saat seperti itu mengucapkan kata kata terpudi misal Astaghfirulloh,  innalillahi dll

Teman kerja saya mengalami hal yang serupa , sewaktu saya kagetkan mengucapkan e. e. e kucing . . kucing . . kucing . . kucing. . .  , padahal sudah ibu ibu , saya heran kenapa begitu. Pernah saya memberikan sedikit saran kepadanya , alangkah lebih baik apabila latah mengucapkan kata kata tersebut diganti saja dengan kata kata yang bagus, ee. . . . malah dianya marah marah ya marahnya si tidak terlalu Cuma menunjukan ketidak senangannya atas saran saya tersebut, pada waktu itu saya membandingkan dengan anak sd it ( sekolah dasar islam terpadu) yang pada saat mengalami rasa kekagetan pernah saya melihat langsung anak itu mengucapkan “astaghfirulloh” pada saat itu saya sedikit termenung , anak sekecil itu sudah bisa mengucapkan kata kata itu dibawah sadarnya .
Sedikit gambaran bahwa satu gelas susu kalau airnya tumpah kan yang keluar susu, kalau segelasl kopi  pas tumpah kan yang tumpah kopi artinya apapun yang keluar itu sama dengan yang ada didalamnya, seperti halnya orang yang lagi menjalani sebuah operasi besar pada saat dia masih terbius bukankah mengeluarkan kata kata atau berperilaku yang diluar kebiasaan semasa dia sadar ?,  lah kalau kata kata yang keluar tanpa kita sadari seperti dalam kekagetan pada kasus diatas apakah  mungkin kah sama  artinya dengan segelas susu yang tumpahnya susu ?
Kalau sama seperti itu  apakah sebenarnya orang  seperti  apa yang mengeluarkan kata kata pada angka 1 , angka 2 dan angka 3 diatas ?
Mungkinkah itu bisa mencerminkan siapa sebenarnya orang tersebut ? 
Semuanya terserah anda untuk memilih nya tapi alangkah baiknya apabila dalam keadaan diluar kendali , kita bisa mengucapkan kata kata yang baik-baik..


Jumat, 04 November 2011

Orang Baik VS Orang tidak Baik


Pernahkan mendengar kata orang baik ? pernahkah juga mendengar kata orang tidak baik ? . Pernah . . . . . . itu kebanyakan jawabannya. Memang  dalam kehidupan dunia ini semuanya diciptakan berpasangan ada besar dan kecil, tinggi dan rendah, panas dan dingin dan lain lain masih banyak lagi tentunya,  juga ada orang baik dan orang tidak baik.

Mungkin ada yang bertanya , kenapa bukan orang baik vs orang jahat ? 

Begini . . . . orang baik adalah . . . . . . . . ., hampir semua orang tahu apa itu orang baik,
Orang tidak baik adalah . . . . . . . . . . ini juga hampir semua orang tahu artinya, trus kenapa saya tidak memilih kata orang jahat , karena menurut saya orang jahat itu kejelekannya lebih dari 5x orang tidak baik, jadi agak tidak tepat menyebut orang yang berbuat tidak baik sebagai orang jahat. Itulah kenapa saya lebih enak menggunakan kata orang tidak baik daripada orang jahat, kata kata orang tidak baik kerasa lebih bersahabat di telinga .
Ok kita lanjutkan.. . . . . . .
Setiap orang tidak terkecuali saya dan anda pernah berbuat baik dan juga pernah berbuat tidak baik.  Biasanya orang dikatakan baik apabila seseorang itu dalam kehidupanya terlihat banyak berbuat baik. Kita mengatakan orang itu baik karena kita melihat orang itu memang selalu berbuat baik, bertingkah laku baik dan banyak lagi pokoknya yang baik-baik lah,  dan apakah orang yang kita lihat sebagai orang baik itu tidak pernah melakukan perbuatan tidak baik ? ya. . . . tentu saja jawabanya  pernah melakukan hal hal yang tidak baik, Cuma hal yang tidak baik itu tidak kita ketahui  karena memang di sembunyikan baik disembunyikan atau memang kita tidak mengetahuinya. Bahkan istri dan anaknya pun kadang tidak mengetahui perbuatan tidak baik yang dilakukan suaminya. Dan apakah orang yang kita sebut sebagai orang tidak baik itu  tidak pernah melakukan perbuatan baik ? tentu saja orang itu juga pernah melakukan perbuatan baik. Cuma perbuatan baik yang dilakukannya kerap tidak dianggap karena kita sudah menfonisnya sebagai orang yang tidak baik. Atau bisa juga berbuatan baik yang dilakukannya tidak kelihatan oleh kita.
Jadi hampir semua orang itu pernah melakukan perbuatan baik dan pernah juga melakukan perbuatan tidak baik.
Yang ada adalah orang yang sering disebut sebagai orang baik itu perbuatan tidak baiknya tidak kelihatan oleh kita dan sebaliknya  orang tidak baik itu perbuatan baik yang dilakukannya tidak kelihatan oleh kita.
So . . . . . . .
Buat apa kita menjustifikasi  seseorang itu masuk ke golongan orang baik dan tidak baik ?
Buat apa kita susah susah memikirkan hal tersebut , toh semua orang pernah berbuat baik dan pernah juga berbuat tidak baik, itu kan ujian tiap orang yang hidup kadang berbuat baik dan juga kadang berbuat tidak baik. Dan ada hal aneh yang biasanya kita lakukan, bahwa apabila kita sedang merasa senang dengan seseorang apapun yang dilakukan orang itu kelihatan baik, kalaupun orang tersebut melakukan perbuatan tidak baik , oleh kita dianggap baik baik saja, dianggap biasa saja , tidak masalah , bisa kita maafkan,  sebaliknya apabila kita sedang tidak senang dengan seseorang hal baik apapun yang dilakukan oleh orang tersebut tetep di dalam pandangan kita selalu negatif bawaaanya  apalagi kalau dia sedang melakukan perbuatan tidak baik , wah nilai negatifnya tambah parah. . . . .itulah hal aneh yang sering kita lakukan.
Jadi  sekali lagi alangkah baiknya jikalau kita tidak menjustifikasi seseorang itu baik dan orang itu tidak baik. Netral  sajalah,  itu urusan mereka urusan kita adalah berusaha sebaik mungkin untuk selalu melakukan perbuatan baik dan berusaha sekuat mungkin untuk tidak melakukan perbuatan yang tidak baik, mungkin itu sudah cukup serta selalu waspada terhadap kemungkinan orang lain untuk berbuat tidak baik kepada kita.

Rabu, 02 November 2011

Gagal maning…. Gagal maning son….


Ucapan ini sering kita dengarkan pada suatu episode komedi situasi di acara televise, dimana ucapan ini sering kita dengar seakan kita tertawa atau malah terhibur, beda saat kita ganti chanel tv melihat dan mendengarkan kabar berita bagaimana kita (Indonesia/ Pemerintah) gagal dalam pencapaian suatu hal disegala bidang. Timnas Indonesia gagal dikalahkan Iran dengan score 3-0 kemudian kita maklum bahwa pertandingan itu dilangsungkan di iran, masyarakat Indonesia pun bisa memaklumi. Seminggu kemudian ada berita lagi tentang Timnas Indonesia dikalahkan Bahrain dengan hasil 2-0, maka berkerutlah dahi  kita semua warga Indonesia, sebab Timnas bermain dihadapan public sendiri tentu saja kita kecewa dengan kegagalan tersebut.



Pemerintah gagal dalam penanganan pemberantasan korupsi…sudah biasa bro… bukankah selalu begitu? Indonesia gagal dalam mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan…wah berita basi coy….. Indonesia gagal dalam bidang perhubungan dimana angka kecelakaan menjelang dan pasca arus mudik lebaran 2011 cukup tinggi …biasa lagi kaleeeeeeeee, banyak lagi kegagalan demi kegagalan yang dialami Negara ini bahkan aku pernah baca disebuah surat kabar ada tokoh politik jaman bahuela mengatakan bahwa Indonesia adalah Negara gagal. Bagaimana  kegagalan yang sering ini menjadikan kita kalah bersaing dengan Negara-negara lain khusunya dalam bidang Ekonomi,Penegakan Hukum dan Ham, Pendidikan dan Olah raga serta Budaya.

Kalaulah kegagalan adalah keberhasilan  yang tertunda maka dengan senang atau tidak senang kita bisa menerima tapi kalau keberhasilan juga tak kunjung datang maka timbulah rasa frustasi, emosi, sres dan putus asa yang terjadi adalah yang kita saksikan dilayar kaca bagaimana banyak demo-demo yang berujung anarkis, pelajar tawuran, kriminalitas meningkat dan masih banyak masalah social lainnya. Sedangkan para politikus sendiri malah kadang berstatement yang diluar jangkauan nalar kita seperti contoh memaafkan dan mengampuni para koruptor, pembubaran KPK dan penanganan gempa tsunami agar rakyat jangan hidup ditepi pantai, serta masih banyak lagi.

Lalu bagaimana kita mensikapi kegagalan yang berkelanjutan?,
Pemerintah tak seharusnnya menyerang balik oleh segenap rakyat yang menkritik kinerja para aparat, bagaimanapun kritikan itu anggap saja sebagai preseur agar para aparat dan pejabat ini dapat bekerja lebih baik dengan rasa tanggung jawab atas kinerja yang diembannya.
Penulis hanya memandang kegagalan adalah suatu hal yang biasa, dan kemudian bagaimana kita bisa mensikapi serta mengelola kegagalan untuk diproses ke suatu yang lebih baik walaupun hanya kecil pasti akan berarti, ingat semua manusia pasti pernah gagal hanya malaikat saja yang tak pernah gagal bedanya manusia pernah mencoba dan ber exsperimen dan malaikat tidak pernah mendapat ujian yang bernama kegagalan, maka anggap saja kegagalan juga suatu nikmat dari Alloh SWT.

Senin, 31 Oktober 2011

Basa Basi

Sudah tidak asing ya dengar kata tersebut ,  Sudah umum sekali basa basi dalam masyarakat kita ,  saya lahir di jawa  biasa menyebut diri sendiri “wong jowo”.  Dalam lingkungan saya Basa basi sudah mengakar dalam budaya sehari hari , seakan akan kalau kita tidak bisa ber basa basi dianggap orang yang tidak sopan. 

Kalau menurut saya basa basi itu sama saya dengan BAHASA BASI atau bisa dikatakann bahasa yang seharusnya sudah tidak kita lakukan karena sudah BASI,  basa basi cenderung berpengaruh negatif terhadap  pelakunya, bagaimana tidak , jika kebanyakan basa basi yang dilakukan itu cenderung destruktif atau bersifat negatif atau merendahkan diri sendiri.

Misal :
Mr.B seorang  petani yang sedang panen dan panenya kali ini banyak
Mr. A   : wah senang yang pak panennya kali ini banyak
Mr.B    :  enggak pak lah , Cuma segini thok kok

Dari dialek diatas sudah jelas sekali bahwa Mr.B  mengucapkan bahasa yang biasa disebut orang  dengan basa basi , tidak mau mengakuai aslinya cenderung untuk merendahkan keadaan yang sebenarnya. Memang dalam budaya jawa orang mengatakan sebenarnya tentang diri sendiri dianggap orang yang gemede atau bahasa indonesianya sombong.
Seharusnya Mr B tidak mengatakan seperti itu tapi bahasa yang diucapkan akan lebih baik kalau mengatakan “Alhamdulillah pak , panen kali ini saya dapat banyak, terima kasih pak “. bukankah kata itu sudah wajar karena memang panennya lagi banyak kenapa harus mengatakan “ Cuma segini thok”.

Kembali lagi ke Basa Basi .
Bahwa sewajarnya kita sebagai manusia selalu membangun nilai positif dalam diri kita , kita tanamkan hal hal positif kepada kita agar kita bisa maju, maju dan terus maju. Dengan basa basi kan kita tidak menanamkan nilai positif tapi melah menanamkan nilai negatif bagi diri kita.

Bukankan doa yang kita panjatkan tidak selalu doa setelah kita selesai solat.  Kata kata kita , perbuatan kita , tingkah laku kita juga merupakah bagian dari doa itu sendiri ?
Lah terus kalau kita selalu melestarikan kata kata basa basi ? bukankan itu juga doa ?

Doa yang jelek tentunya  seperti contoh diatas Mr.B  mendoakan dirinya sendiri agar panennya “Cuma segini thok” atau bisa diartikan panennya sedikit, padahal temannya mendoakan panennya banyak. Kan jadi aneh ya. . . . . . . . .
 
Satu contoh lagi
Mr.A    : Nanam Pohon Mangga ya pak ?
Mr. B   : Iya ini . . .,  ya itung itung buat adem adem halaman rumah pak ?
Kenapa tidak dijawab “ Iya pak biar besok bisa panen mangga” kan hal wajar jawaban seperti itu.
Coba besok kalau pohon mangganya sudah besar kalo buahnya sedikit dan hanya daunya saja yang lebat jangan salahkan pohon,  atau dulu promosinya penjual pohon yang katanya buahnya banyak. Kan doanya sendiri katanya menanam pohon mangga hanya untuk “adem adem halaman rumah”, jadi opsi pohon itu bisa berbuah yang banyak bukan merupakan prioritas utama tapi yang jadi prioritas ya daunya lebat biar halaman rumah terasa adem. Bukan kah begitu ?
Masyarakat modern seperti sekarang ini yang ingin maju tentunya sudah waktunya untuk meninggalkan “Basa basi”, bicaralah apa adanya, Cuma yang diperlukan adalah mencari kata kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan yang sebernarnya agar tidak terjadi salah paham dengan lawan bicara kita. Mungkin itu pilihan yang bijak untuk kita ambil dari pada kita memilih untuk ber “basa basi”. Bangun nilai nilai positif dalam diri kita agar kita bisa terbuka untuk menerima kemajuan dalam kehidupan ini yang sangat cepat sekali berubah.

Semoga kita tiap hari bisa lebih maju dari hari kemarin dalam arti baik.

Selasa, 11 Oktober 2011

Kata Maaf


"Maaf" empat huruf yang sangat sederhana tetapi akan terasa berat kita ucapkan dengan sepenuh hati, karena dengan mengucapkannya seolah olah kita merasa sedang merendahkan diri sendiri padahal sebenarnya tidak begitu. Dengan mengucapkan maaf kita tidak sedang merendahkan diri sendiri tetapi kita lagi mengembangkan jiwa ini untuk bisa tumbuh besar menuju kelapangan hati.

 Pernah suatu ketika teman saya di kantor mengatakan “ entah mengapa aku hari ini ingin meminta maaf pada semua orang-orang atau temen-temen yang aku kenal “ , sambil menjabat tanganku dengan erat, aku hanya diam sambil membalas jabatan tangan dengan penuh tanya dalam hati, mengapa harus meminta maaf denganku segala ?, bukankah temanku ini dalam pergaulan sehari-hari tak pernah berbuat salah denganku atau menyakiti hatiku, bahkan kalaupun temanku ini pernah berbuat  salah padaku tentu aku akan selalu memaafkannya. Alloh saja memaafkan umatnya apalagi aku yang hanya seorang makhluk yang bernama manusia.

Dan setelahnya aku merenung sebelum tidur malamku, alangkah baiknya bila semua manusia yang hidup di dunia ini saling maaf-memaafkan dengan ikhlas mungkin hidup ini akan damai, ah….. tapi apakah kita juga harus memaafkan gayus sang koruptor, walahhhh..iki ora ono hubungane karo koruptor ( ini tidak ada hubungannya antara  meminta maaf dengan korupsi ) kalau sebagai manusia tentu saja  aku memaafkan gayus, tapi biarkan hukum juga berjalan sesuai kesalahan/ kekhilafannya. Hukum ?, lalu bagaimana kalau hukum juga bisa diakali gayus…. Biarkanlah Alloh saja yang nantinya menegur gayus dan tentunya pejabat hukum yang bisa diajak kongkalikong.  Allahuma Turjah ( Ya. Alloh atur sajalah ).

Maaf adalah hal yang sangat sulit diucapkan (kecuali pasca bulan Ramadhan kadang diobral dalam bungkus kartu lebaran), pernah suatu ketika aku beli sesuatu barang disebuah warung dan pemilik warung menjawab “maaf barangnya sudah habis”, entah mengapa aku tidak kecewa dan memberi apresiasi pada pemilik warung tersebut…hanya karena ada ucapan maaf-nya. Apakah maaf selalu diucapkan dengan kata dan juga memberi maaf juga perlu diucapkan, semua kembali pada diri masing-masing diucapkan baik tidak diucapkan juga baik intinya hati kita yang mengucapkan tidak harus dengan kata  (itu menurut aku ).

Dalam hidup ini kita pastinya pernah berbuat salah baik sengaja maupun tidak apalagi sebagai makluk social yang berhubungan satu sama lainnya maka maaf adalah obat mujarab untuk kemuliaan hidup tapi jangan maaf dibuat sebagai senjata lho….kok sebagai senjata ? jadi teringat teman kost dulu, dia selalu bilang maaf kalau ada sesuatu yang menguntungkannya. “maaf rif, nanti kalau mau keluar tolong titip belikan rokok, sekalian belikan ini…itu…dll , maaf pakai uangmu dulu ya”. Sekali dua kali bagi saya tidak masalah tapi kalau keseringan juga bangkrut hehehehehe….. tapi entah mengapa setelah berpisah aku jadi kangen dengan temanku tersebut, bahkan aku selalu memaafkannya, karena teman kost tadi bagiku juga punya sisi yang baik. (jangan dilihat dari buruknya saja, tapi sisi baiknya juga harus diperhitungkan).

Kembali ke teman kantorku tadi ketika dia meminta maaf pada semua orang yang dia kenal maka aku yakin setelahnya itu hatinya akan plong….sehingga beban hatinya agak berkurang dan itu secara psikologis beban-beban hidup yang berat agak berkurang pula….itulah nikmatnya maaf, magicnya kata m.a.a.f (tentunya juga bagi orang yang mau memberikan maafnya). Terima kasih teman tanpa sadar telah memberi pencerahan padaku.

Sabtu, 08 Oktober 2011

Anak Anak Ku

Ini Anaku ku yang nomor 2

Ini Anaku yang pertama








Mereka semua adalah anak anak saya , anak yang pertama laki-laki lahir tanggal 19 Maret 2008 dan anak yang perempuan lahir tanggal 05 Juli  2010







Jumat, 07 Oktober 2011

Entah Apa . . . . . .


Kujalani sudah rasa ini sekitar 2 minggu terakhir ini, entah mengapa ada daya dorong yang kuat untuk berbahagia . Ya bahagia. . . . benar bahagia . . . . kata itu hanya bisa dirasa , dirasa dalam hati kita yang menyebut diri sebagai manusia , kata itu kalau sudah masuk kedalam hati atau sudah bisa dirasakan oleh hati menurut saya adalah sebuah harta karun melebihi apapun yang ada di dunia ini tidak ternilai harganya tidak ada yang sebanding dengan itu , kalau ada yang mengatakan emas lah yang paling mahal itu salah. . . . . kalau ada yang mengatakan mutiara yang paling mahal itu salah. . . . . emas,mutiara memang banyak dicari manusia tapi bahagia lebih populer dari itu bahkan dibanding dengan emas dan mutiara tadi , bahagia lebih banyak dicari oleh manusia , bukankan itu harapan hampir semua orang yang sekarang sedang hidup di planet yang kita sepakati dengan nama BUMI ini ? . Bahagia ini yang sedang saya rasakan dalam minggu minggu terakhir ini , tapi ironinya kenapa kira kira mulai kemarin dalam kebahagian yang kurasakan ini ada terselip perasaan hampa dalam arti seperti ada yang hilang dalam hidup ku ini, apakah kebahagiaan ini hanya semua atau semacam metamorfosa dari pengaruh lingkungan yang sedang aku alami ?, kenapa begini , seharusnya kan tida ada kehampaan, kekosongan dalam setiap kebahagiaan , adakah yang salah dengan kebahagiaan yang sedang aku alami ? adakah kesalahan yang aku lakukan dalam kebahagian ini ? bagaimanakah seharusnya bahagia itu ? apakah saya masih salah dalam mengartikan kebahagiaan itu ? apakah sebenernya saya belum menemui kebahagiaan itu dalam hati ini ? APA YANG SEMESTINYA SAYA LAKUKAN ? kenapa dalam kebahagiaan yang sedang aku alami ada sebersit perasaan hampa ? Hmmmm. . . Hmmmm. . . .Hmmmm. . . . .


Jumat, 09 September 2011

Perkenalan

Assalamu'alaikum warohmatulloahi wabarokatuh
Saya belum menenukan kalimat lain , ini kali pertama saya posting , saya dalam pencarian mohon bantuan saudara-saudara , teman-teman yang mau membantu
Pencarian menuju ke Mind Fresh , sudah itu saja sementara