Jumat, 11 November 2011

ASU . . . . . .


Saya rasa hampir semua mengerti apa maksud kata kata itu .
Ya. . . .  ungkapan marah sebagaian masyarakat terutama di lingkungan saya , kalau ada orang marah sampai menyebut  Asu . . . . .!!!  Celeng . . . . . .!!!  sudah bisa dipastikan orang tersebut dalam kondisi temperatur tinggi , kondisi yang tidak memungkinkan untuk diajak berdialog karena pikiran sudah tidak stabil sudah dikuasai marah.
Berkenaan dengan kata –kata tadi saya akan sedikit memberikan data data yang saya temui dalam keseharian saya.
LATAH . . . . . .


Beberapa tahun yang lalau LATAH booming sekali di masyarakat kita, LATAH adalah suatu keadaan fisik di mana penderita secara spontanitas mengeluarkan respon (berupa ucapan kata-kata atau kalimat dan sering disertai gerakan tubuh) terhadap suara atau gerakan yang sifatnya mengagetkan penderita(wikipedia)

Dalam lingkungan saya sekarang ini masih banyak menemui hal- hal tersebut setidaknya ada tiga perbandingan yang bisa saya sajikan pada kali ini 
  1. Ada orang yang pada saat mengalami kejadian yang mengagetkan mengeluarkan yang dalam persepsi  saya di sebut dengan LATAH menggunakan kata kata kasar atau kata kata yang menurut budaya setempat dipandang sebagai kata kata kotor misa seorang  yang dikagetkan oleh temannya dari belang trus keluar  dari mulutnya kata kata  Asu, Celeng . . . . Sialan ,  dengan nada keras dan hal itu sudah biasa
  2. Ada yang pada saat seperti itu mengucapkan kata kata biasa ( yang menurut budaya setempat tidak ada nilai negatifnya misal kucing kucing kucing , aduh, dll)
  3. Ada yang pada saat seperti itu mengucapkan kata kata terpudi misal Astaghfirulloh,  innalillahi dll

Teman kerja saya mengalami hal yang serupa , sewaktu saya kagetkan mengucapkan e. e. e kucing . . kucing . . kucing . . kucing. . .  , padahal sudah ibu ibu , saya heran kenapa begitu. Pernah saya memberikan sedikit saran kepadanya , alangkah lebih baik apabila latah mengucapkan kata kata tersebut diganti saja dengan kata kata yang bagus, ee. . . . malah dianya marah marah ya marahnya si tidak terlalu Cuma menunjukan ketidak senangannya atas saran saya tersebut, pada waktu itu saya membandingkan dengan anak sd it ( sekolah dasar islam terpadu) yang pada saat mengalami rasa kekagetan pernah saya melihat langsung anak itu mengucapkan “astaghfirulloh” pada saat itu saya sedikit termenung , anak sekecil itu sudah bisa mengucapkan kata kata itu dibawah sadarnya .
Sedikit gambaran bahwa satu gelas susu kalau airnya tumpah kan yang keluar susu, kalau segelasl kopi  pas tumpah kan yang tumpah kopi artinya apapun yang keluar itu sama dengan yang ada didalamnya, seperti halnya orang yang lagi menjalani sebuah operasi besar pada saat dia masih terbius bukankah mengeluarkan kata kata atau berperilaku yang diluar kebiasaan semasa dia sadar ?,  lah kalau kata kata yang keluar tanpa kita sadari seperti dalam kekagetan pada kasus diatas apakah  mungkin kah sama  artinya dengan segelas susu yang tumpahnya susu ?
Kalau sama seperti itu  apakah sebenarnya orang  seperti  apa yang mengeluarkan kata kata pada angka 1 , angka 2 dan angka 3 diatas ?
Mungkinkah itu bisa mencerminkan siapa sebenarnya orang tersebut ? 
Semuanya terserah anda untuk memilih nya tapi alangkah baiknya apabila dalam keadaan diluar kendali , kita bisa mengucapkan kata kata yang baik-baik..


Jumat, 04 November 2011

Orang Baik VS Orang tidak Baik


Pernahkan mendengar kata orang baik ? pernahkah juga mendengar kata orang tidak baik ? . Pernah . . . . . . itu kebanyakan jawabannya. Memang  dalam kehidupan dunia ini semuanya diciptakan berpasangan ada besar dan kecil, tinggi dan rendah, panas dan dingin dan lain lain masih banyak lagi tentunya,  juga ada orang baik dan orang tidak baik.

Mungkin ada yang bertanya , kenapa bukan orang baik vs orang jahat ? 

Begini . . . . orang baik adalah . . . . . . . . ., hampir semua orang tahu apa itu orang baik,
Orang tidak baik adalah . . . . . . . . . . ini juga hampir semua orang tahu artinya, trus kenapa saya tidak memilih kata orang jahat , karena menurut saya orang jahat itu kejelekannya lebih dari 5x orang tidak baik, jadi agak tidak tepat menyebut orang yang berbuat tidak baik sebagai orang jahat. Itulah kenapa saya lebih enak menggunakan kata orang tidak baik daripada orang jahat, kata kata orang tidak baik kerasa lebih bersahabat di telinga .
Ok kita lanjutkan.. . . . . . .
Setiap orang tidak terkecuali saya dan anda pernah berbuat baik dan juga pernah berbuat tidak baik.  Biasanya orang dikatakan baik apabila seseorang itu dalam kehidupanya terlihat banyak berbuat baik. Kita mengatakan orang itu baik karena kita melihat orang itu memang selalu berbuat baik, bertingkah laku baik dan banyak lagi pokoknya yang baik-baik lah,  dan apakah orang yang kita lihat sebagai orang baik itu tidak pernah melakukan perbuatan tidak baik ? ya. . . . tentu saja jawabanya  pernah melakukan hal hal yang tidak baik, Cuma hal yang tidak baik itu tidak kita ketahui  karena memang di sembunyikan baik disembunyikan atau memang kita tidak mengetahuinya. Bahkan istri dan anaknya pun kadang tidak mengetahui perbuatan tidak baik yang dilakukan suaminya. Dan apakah orang yang kita sebut sebagai orang tidak baik itu  tidak pernah melakukan perbuatan baik ? tentu saja orang itu juga pernah melakukan perbuatan baik. Cuma perbuatan baik yang dilakukannya kerap tidak dianggap karena kita sudah menfonisnya sebagai orang yang tidak baik. Atau bisa juga berbuatan baik yang dilakukannya tidak kelihatan oleh kita.
Jadi hampir semua orang itu pernah melakukan perbuatan baik dan pernah juga melakukan perbuatan tidak baik.
Yang ada adalah orang yang sering disebut sebagai orang baik itu perbuatan tidak baiknya tidak kelihatan oleh kita dan sebaliknya  orang tidak baik itu perbuatan baik yang dilakukannya tidak kelihatan oleh kita.
So . . . . . . .
Buat apa kita menjustifikasi  seseorang itu masuk ke golongan orang baik dan tidak baik ?
Buat apa kita susah susah memikirkan hal tersebut , toh semua orang pernah berbuat baik dan pernah juga berbuat tidak baik, itu kan ujian tiap orang yang hidup kadang berbuat baik dan juga kadang berbuat tidak baik. Dan ada hal aneh yang biasanya kita lakukan, bahwa apabila kita sedang merasa senang dengan seseorang apapun yang dilakukan orang itu kelihatan baik, kalaupun orang tersebut melakukan perbuatan tidak baik , oleh kita dianggap baik baik saja, dianggap biasa saja , tidak masalah , bisa kita maafkan,  sebaliknya apabila kita sedang tidak senang dengan seseorang hal baik apapun yang dilakukan oleh orang tersebut tetep di dalam pandangan kita selalu negatif bawaaanya  apalagi kalau dia sedang melakukan perbuatan tidak baik , wah nilai negatifnya tambah parah. . . . .itulah hal aneh yang sering kita lakukan.
Jadi  sekali lagi alangkah baiknya jikalau kita tidak menjustifikasi seseorang itu baik dan orang itu tidak baik. Netral  sajalah,  itu urusan mereka urusan kita adalah berusaha sebaik mungkin untuk selalu melakukan perbuatan baik dan berusaha sekuat mungkin untuk tidak melakukan perbuatan yang tidak baik, mungkin itu sudah cukup serta selalu waspada terhadap kemungkinan orang lain untuk berbuat tidak baik kepada kita.

Rabu, 02 November 2011

Gagal maning…. Gagal maning son….


Ucapan ini sering kita dengarkan pada suatu episode komedi situasi di acara televise, dimana ucapan ini sering kita dengar seakan kita tertawa atau malah terhibur, beda saat kita ganti chanel tv melihat dan mendengarkan kabar berita bagaimana kita (Indonesia/ Pemerintah) gagal dalam pencapaian suatu hal disegala bidang. Timnas Indonesia gagal dikalahkan Iran dengan score 3-0 kemudian kita maklum bahwa pertandingan itu dilangsungkan di iran, masyarakat Indonesia pun bisa memaklumi. Seminggu kemudian ada berita lagi tentang Timnas Indonesia dikalahkan Bahrain dengan hasil 2-0, maka berkerutlah dahi  kita semua warga Indonesia, sebab Timnas bermain dihadapan public sendiri tentu saja kita kecewa dengan kegagalan tersebut.



Pemerintah gagal dalam penanganan pemberantasan korupsi…sudah biasa bro… bukankah selalu begitu? Indonesia gagal dalam mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan…wah berita basi coy….. Indonesia gagal dalam bidang perhubungan dimana angka kecelakaan menjelang dan pasca arus mudik lebaran 2011 cukup tinggi …biasa lagi kaleeeeeeeee, banyak lagi kegagalan demi kegagalan yang dialami Negara ini bahkan aku pernah baca disebuah surat kabar ada tokoh politik jaman bahuela mengatakan bahwa Indonesia adalah Negara gagal. Bagaimana  kegagalan yang sering ini menjadikan kita kalah bersaing dengan Negara-negara lain khusunya dalam bidang Ekonomi,Penegakan Hukum dan Ham, Pendidikan dan Olah raga serta Budaya.

Kalaulah kegagalan adalah keberhasilan  yang tertunda maka dengan senang atau tidak senang kita bisa menerima tapi kalau keberhasilan juga tak kunjung datang maka timbulah rasa frustasi, emosi, sres dan putus asa yang terjadi adalah yang kita saksikan dilayar kaca bagaimana banyak demo-demo yang berujung anarkis, pelajar tawuran, kriminalitas meningkat dan masih banyak masalah social lainnya. Sedangkan para politikus sendiri malah kadang berstatement yang diluar jangkauan nalar kita seperti contoh memaafkan dan mengampuni para koruptor, pembubaran KPK dan penanganan gempa tsunami agar rakyat jangan hidup ditepi pantai, serta masih banyak lagi.

Lalu bagaimana kita mensikapi kegagalan yang berkelanjutan?,
Pemerintah tak seharusnnya menyerang balik oleh segenap rakyat yang menkritik kinerja para aparat, bagaimanapun kritikan itu anggap saja sebagai preseur agar para aparat dan pejabat ini dapat bekerja lebih baik dengan rasa tanggung jawab atas kinerja yang diembannya.
Penulis hanya memandang kegagalan adalah suatu hal yang biasa, dan kemudian bagaimana kita bisa mensikapi serta mengelola kegagalan untuk diproses ke suatu yang lebih baik walaupun hanya kecil pasti akan berarti, ingat semua manusia pasti pernah gagal hanya malaikat saja yang tak pernah gagal bedanya manusia pernah mencoba dan ber exsperimen dan malaikat tidak pernah mendapat ujian yang bernama kegagalan, maka anggap saja kegagalan juga suatu nikmat dari Alloh SWT.