Selasa, 11 Oktober 2011

Kata Maaf


"Maaf" empat huruf yang sangat sederhana tetapi akan terasa berat kita ucapkan dengan sepenuh hati, karena dengan mengucapkannya seolah olah kita merasa sedang merendahkan diri sendiri padahal sebenarnya tidak begitu. Dengan mengucapkan maaf kita tidak sedang merendahkan diri sendiri tetapi kita lagi mengembangkan jiwa ini untuk bisa tumbuh besar menuju kelapangan hati.

 Pernah suatu ketika teman saya di kantor mengatakan “ entah mengapa aku hari ini ingin meminta maaf pada semua orang-orang atau temen-temen yang aku kenal “ , sambil menjabat tanganku dengan erat, aku hanya diam sambil membalas jabatan tangan dengan penuh tanya dalam hati, mengapa harus meminta maaf denganku segala ?, bukankah temanku ini dalam pergaulan sehari-hari tak pernah berbuat salah denganku atau menyakiti hatiku, bahkan kalaupun temanku ini pernah berbuat  salah padaku tentu aku akan selalu memaafkannya. Alloh saja memaafkan umatnya apalagi aku yang hanya seorang makhluk yang bernama manusia.

Dan setelahnya aku merenung sebelum tidur malamku, alangkah baiknya bila semua manusia yang hidup di dunia ini saling maaf-memaafkan dengan ikhlas mungkin hidup ini akan damai, ah….. tapi apakah kita juga harus memaafkan gayus sang koruptor, walahhhh..iki ora ono hubungane karo koruptor ( ini tidak ada hubungannya antara  meminta maaf dengan korupsi ) kalau sebagai manusia tentu saja  aku memaafkan gayus, tapi biarkan hukum juga berjalan sesuai kesalahan/ kekhilafannya. Hukum ?, lalu bagaimana kalau hukum juga bisa diakali gayus…. Biarkanlah Alloh saja yang nantinya menegur gayus dan tentunya pejabat hukum yang bisa diajak kongkalikong.  Allahuma Turjah ( Ya. Alloh atur sajalah ).

Maaf adalah hal yang sangat sulit diucapkan (kecuali pasca bulan Ramadhan kadang diobral dalam bungkus kartu lebaran), pernah suatu ketika aku beli sesuatu barang disebuah warung dan pemilik warung menjawab “maaf barangnya sudah habis”, entah mengapa aku tidak kecewa dan memberi apresiasi pada pemilik warung tersebut…hanya karena ada ucapan maaf-nya. Apakah maaf selalu diucapkan dengan kata dan juga memberi maaf juga perlu diucapkan, semua kembali pada diri masing-masing diucapkan baik tidak diucapkan juga baik intinya hati kita yang mengucapkan tidak harus dengan kata  (itu menurut aku ).

Dalam hidup ini kita pastinya pernah berbuat salah baik sengaja maupun tidak apalagi sebagai makluk social yang berhubungan satu sama lainnya maka maaf adalah obat mujarab untuk kemuliaan hidup tapi jangan maaf dibuat sebagai senjata lho….kok sebagai senjata ? jadi teringat teman kost dulu, dia selalu bilang maaf kalau ada sesuatu yang menguntungkannya. “maaf rif, nanti kalau mau keluar tolong titip belikan rokok, sekalian belikan ini…itu…dll , maaf pakai uangmu dulu ya”. Sekali dua kali bagi saya tidak masalah tapi kalau keseringan juga bangkrut hehehehehe….. tapi entah mengapa setelah berpisah aku jadi kangen dengan temanku tersebut, bahkan aku selalu memaafkannya, karena teman kost tadi bagiku juga punya sisi yang baik. (jangan dilihat dari buruknya saja, tapi sisi baiknya juga harus diperhitungkan).

Kembali ke teman kantorku tadi ketika dia meminta maaf pada semua orang yang dia kenal maka aku yakin setelahnya itu hatinya akan plong….sehingga beban hatinya agak berkurang dan itu secara psikologis beban-beban hidup yang berat agak berkurang pula….itulah nikmatnya maaf, magicnya kata m.a.a.f (tentunya juga bagi orang yang mau memberikan maafnya). Terima kasih teman tanpa sadar telah memberi pencerahan padaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar