Siapa yang belum pernah dengar lagu tersebut, lagu anak-anak yang sangat popular sampai sekarang, bahkan merupakan lagu wajib bagi anak-anak ,tetapi apakah pernah terlintas bahwa dalam lagu tersebut,setidaknya menurut saya ada hal yang seharusnya tidak diajarkan kepada anak-anak kita ?.Anak-anak sangat mudah sekali menerima hal baru, dan begitu menerima langsung apa adanya ditangkap dan akan seperti itu pula persepsi mereka.
Terus apakah yang aneh dengan lagu tersebut ?
Begini liriknya :
Balonku ada lima
Rupa-rupa warnanya
hijau, kuning, kelabu
Merah muda dan biru
Meletus balon hijau DOR
Hatiku sangat kacau
Balonku tinggal empat
Kupegang erat-erat
Lihat baik-baik pada bait kedua “meletus balon hijau DOR” terus berefek “hatiku sangat kacau” kenapa harus kacau balon meletus ya sudah lah tidak usah kacau lagi pula kan masih ada 4 balonnya, itu kan akan membuat pemahaman bahwa kalau kita kehilangan sesuatu hati ini harus kacau, yang parahnya lagi pada lirik selanjutnya “balonku tinggal empat kupegang erat erat” walah kacau lagi itu, kenapa harus dipegang erat-erat meletus kan tidak ada hubungan dengan dipegang talinya dengan erat.
Maksudnya bait itu mau mengatakan bahwa kalau kita kehilangan sesuatu harus gelisah, kacau, tidak menentu kondisi hatinya padahal seharusnya kan kita menerima dengan lapang dada peristiwa meletusnya balon tersebut. Kemudian kita tidak trauma dengan peristiwa itu dan kembali kenormal dengan memegang balon sisanya yang masih empat itu seperti biasa atau dibuat mainan lagi.
Apa mungkin kita ganti saja liriknya :
Meletus balon hijau DOR
Hatiku tidak apa…
Balonku tinggal empat
Kupakai main lagi…
Nah kalau lirik tersebut mengajarkan kepada anak untuk lapang dada menerima apa yang terjadi dan tidak trauma dengan kejadian yang menimpanya serta kembali normal lagi dengan bermain balon kembali yang tinggal empat itu
