Selasa, 31 Desember 2013

Sudahkah …. ?

Setiap orang pasti mempunyai tujuan dalam kehidupan ini, begitu juga saya dan anda pasti mempunyai sebuah tujuan. Bagaimana agar tujuan-tujuan tersebut bisa terwujud atau tercapai ? ya dengan mengikuti sarat-sarat tercapainya tujuan tersebut atau mengikuti langkah-langkah yang mengarah ke tujuan tersebut.
Misalnya seorang sales mau menjual baju, apa yang harus ada dipikirannya dan yang ada dikenyataanya untuk dia yakin bahwa bajunya pasti akan laku terjual ?
  1. Dia harus yakin bahwa bajunya akan terjual (tidak boleh ditawar). Apa yang bisa membuat dia yakin atau apa alasannya kenapa dia yakin bajunya akan laku terjual.
1.     Kualitasnya bajunya bagus
2.     Modelnya terbaru
3.     Kualitas bahannya bagus
4.     Kualits jahitannya bagus
5.     Harganya terjangkau
Dengan alasan-alasan dan kenyataan seperti itu sudah sepatutnya sales tersebut yakin dan pasti bajunya akan terjual, kemungkinan 95 % terjual, tinggal 5 % dari faktor lain.

    2. Dia bergerak untuk melakukan penawaran

Sudahkah paham tentang alasan kuat apa yang membuat tujuan saya dan anda tercapai ? saya anggap sudah , sekarang rehat dulu nikmati lagu “Seperti Bintang”(theme song BIMA) sebelum kita bahas lebih lanjut tentang “Sudahkah...?


Bagus ya …
Liriknya seperti ini

Sudah aku temukan
Arti nafas ini untuk siapa
Telah aku dapatkan
Alasan ku kekal di Surga

Jiwa ku menentukan
Hati memilih untuk bicara
Tentang cahaya yang nyata
Kebajikan merubah dunia

Seperti bintang
Takdirnya bersinar terang
Menjadi harapan
Tak padam di telan masa

Tak pernah hilang
Untuk jiwa yang abadi
Meyakini nurani
Just pull the Sun into your heart

Coba kita perhatikan bait pertama pada lagu tadi
Sudah aku temukan
Arti nafas ini untuk siapa
Telah aku dapatkan
Alasan ku kekal di Surga

Pertama sang pembuat lirik sudah menemukan arti hidup ini untuk siapa ? jadi dia pasti sudah mantap dalam menjalani hidup sudah tidak galau, dan kehidupannya sudah tenang, karena dia sudah menemukan untuk apa dia sebenarnya hidup
Kedua sang pembuat lirik sudah mendapatkan alasan kenapa bisa kekal di surga
Berarti sang pembuat lirik sudah yakin dan pasti akan hidup bahagia serta yakin dan  pasti akan masuk surga, kenapa dia yakin karena dia sudah memenuhi kriteria-kriteria kenapa bisa kekal di surga. Tinggal bergerak untuk untuk memulainya.
Bagaimana dengan anda dan saya ? 
Sudahkah menemukan arti hidup ini untuk siapa?
Sudahkan menemukan alasan kenapa anda layak untuk kekal di surga?

Kalau sudah menemukan, sudahkah bergerak melakukannya ?
Kalau belum menemukan akankan kekal dineraka ? 
karena hanya ada 2 pilihan kekal di surga atau kekal di neraka.

Jumat, 27 Desember 2013

Kenyataan dan Manipulasi

Al kisah di negeri nun jauh disana ada 2 orang santri namanya senen dan selasa lagi belajar, menjelang kelulusan gurunya memerintahkan untuk berlatih menerapkan ilmunya di kehidupan nyata di sekitar pesantren dikasih waktu 2 bulan untuk bisa menerapkan ilmunya di masyarakat, minimal bisa berinteraksi baik dan bisa menyesuaikan dengan kehidupan bermasyarakat untuk bisa berlatih memecahkan masalah dan setelah 2 bulan akan dimintai laporan pertanggung jawaban oleh gurunya karena guru tidak bisa mendampingi terus menerus selama proses penyesuaian tersebut.

Mereka pun terjun ke masyarakat sesuai instruksi dari gurunya.

Senen seorang pemalas di pikirannya tiba-tiba muncul , “ah yang yang penting kan nanti laporannya beres ,semua dibagus-baguskan dan kalau ditanya, jawabannya harus meyakinkan”

Si senen akhirnya mendapat ide untuk membagi ilmunya dengan di rapel dalam arti , dalam1 hari banyak masyarakat dikumpulkan dan pada saat itu dia ngomong sambil membagikan ilmunya setelah itu tidak ada lagi. Dan si senen itu mengemas laporannya sedemikian rupa dengan data-data yang lengkap, kegiatan sehari seakan-akan bisa bermanfaat secara maksimal bagi masyarkat

Selasa beda lagi karena dia serius ingin menularkan ilmunya kepada masyarakat walaupun itu hanya 1 atau 2  orang atau lebih sampai benar-benar bisa paling tidak ilmunya nanti bisa bermanfaat bagi orang tersebut.

Dia serius setiap minggu mendatangi orang yang mau belajar paling telat 2 minggu dia sudah  pasti mendatangi untuk sekedar melihat perkembangan atau membagi ilmu yang baru, tetapi sayang dia lupa tidak mendokumentasikan kegiatannya itu karena satu dan lain hal, yang jelas dia semangat sekali untuk membuat orang tersebut lebih berdaya dari sebelumnya dengan ilmu yang diberikan. Dengan harapan setelah selesai orang tersebut bisa mengembangkan sendiri ilmu yang diberikan selama proses 2 bulan tersebut.

2 bulanpun sudah berlaku dan kedua santri tersebut harus bertanggungjawab terhadap apa yang dilakukan selama 2 bulan , bisa bermanfaat apa tidak ilmu yang diberikan.

Ternyata yang mendapat pujian dari sang guru adalah si senen yang hanya melakukan kegiatan 1 kali karena laporannya kumplit, meyakinkan serta bisa mengeluarkan alibi yang pas, sedangkan si selasa yang sebenarnya melakukan tugas pendampingan selama 2 bulan dan hasilnya pun bisa dinikmati tidak hanya bagi penerima ilmu tetapi bagi orang lain karena ternyata si penerima ilmu memanfaatkan apa yang sudah diterimanya malah dianggap tidak berhasil karena kurangnya laporan yang diberikan serta ketidakmampuannya untuk berdebat selama proses pertanggungjawaban tadi. Dari kejadian tersebut akhirnya si selasa belajar banyak hal.(tamat)

Pelajaran yang bisa diambil dari cerita diatas adalah bahwa kebenaran yang nyata ada dan bermanfaat bisa dianggap tidak ada bahkan bidak bermanfaat sama sekali, sebaliknya apa yang kurang bermanfaat kalau dilaporkan dengan meyakinkan dan diikuti dengan alibi yang kuat akan dianggap bermanfaat(walaupun kenyataannya kurang bermanfaat)

Kebetulan itu dalam proses pembelajaran dan terjadi di negeri nun jauh disana jadi bukan merupakan masalah, tetapi kalau kita lihat pada jaman sekarang memang sudah seperti itu, kebenaran bisa diputar balikkan menjadi sebuah kesalahan kalau memang pelaku kebenaran itu tidak bisa mengemukakan  pendapat dengan baik serta sebuah kesalahan akan menjadi benar apabila bisa mengemukakan alasan-alasan dengan  tepat walaupun alasan itu hanya direkasaya belaka.

Sekedar saran untuk kita semua yang sudah berbuat kebenaran secara nyata jangan puas dulu dengan kebenaran yang betul-betul dilakukan tetapi berusahalah untuk menjadi lebih pandai agar kenyataan-kenyataan yang telah kita lakukan akan tetap menjadi sebuah kenyataan karena kita mampu menyusun alibi untuk mempertahankan kenyataan itu. kalau kita tidak mampu menyusun alibi atau argumen maka kenyataan yang ada bisa berubah menjadi kesalahan atau bisa dibilang manipulasi saja.


Sabtu, 07 Desember 2013

Lelah

Lelah rasanya seperti ini , ingin rasanya berubah .... ya berubah , tapi mau mulai dari mana masih bingung  juga, tidak tahu harus diawali dari mana atau malah tidak usah diawali langsung berubah saja …
Mungkin kah berubah tanpa merubah ?
Mungkinkan dunia magic berlaku di kehidupan nyata ?
Mungkinkah sim salabim bisa terbukti adanya ?
Kalau memang ketiganya tidak mungkin lantas bagaimana ? 
haruskah kita mengikuti apa yang ada tanpa berusaha merubah ?
Kalau merubahpun tetap tidak berubah.
Apa ya mungkin sudah kita rubah tetapsaja tidak berubah ?
Bingung rasanya  memikirkan, atau memang seharusnya tidak usah dipikirkan ?
Terus kalau dijalani saja apa akan menjadi sesuai dengan harapan, Tanpa ada usaha untuk merubahnya  sedang  kalau kita ubah tetap tidak berubah ?
Lelah rasanya
Memang lelah
Lelah …….
Hanya kepadaMU lelahku ini pasrahkan …..

Minggu, 10 November 2013

Meminimalisir Kekecewaan

Sudah lama rasanya tidak menulis kembali, ada banyak kesibukan yang banyak  menyita waktu saya mungkin sampai akhir tahun ini kesibukan itu akan terus berlanjut. Postingan kali  ini masih ada kaitanya dengan postingan saya pada tanggal 15 Juni 2013 Standar baik itu. Dalam kehidupan kita tidak akan pernah lepas dari puas dan kecewa, apa itu puas dan apa itu kecewa silahkan dari di sini

Intinya setiap kita akan mengejar yang namaya kepuasan atau bisa dikatakan setiap kita akan cenderung untuk meminimalisir kekecewaan yang mungkin timbul akibat dari apa yang kita putuskan. Dalam hal pembelianpun walau sudah maksimal dalam memilih kadang kala kita menemui kekecewaan bahkan hampir semuanya memunculkan kekecewaan yang membedakan antara satu orang dan lainya hanya tingkat kecewa yang dialaminya.

Pada awalnya memang tidak merasa kecewa tetapi seiring berlalunya waktu mungkin 1 hari, 1 minggu, 1 bulan kemudian baru muncul rasa kecewa tersebut. Hampir semua orang tidak  mau mengalami kecewa dalam hal pembelian atau hal apapun. Untuk meminimalisir rasa kecewa sebenarnya sangatlah simpel, semua orang sebenarnya berpotensi bisa untuk melakukannya tetapi jarang yang mau melakukan mungkin karena memberatkan dan tidak mengenakkan dan harus terus dipupuk atau dilatih dan dipraktekkan secara kontinue untuk bisa melakukannya

Kita ambil ilustrasi berikut. ketika kita membeli sebuah baju, baju tersebut sudah kita sortir, kita bandingkan dan menurut kita sudah yang ter baik dengan harga 50 ribu kemudian kita bayar dan sesampainya dirumah kita pakai ternyata kondisi jaitannya kurang rapi tidak sesuai keinginan kita (merasa kecewa). Kemudian ada teman ngomong, seharusnya kamu jangan beli baju ini, kualitasnya kurang bagus, kalau mau beli baju yang seharga 100 ribu kualitas jaitannya dijamin lebih bagus dari baju ini (seakan akan kalau beli baju seharga 100 ribu tidak akan kecewa) padahal mau beli baju seharga 1 juta pun kita akan merasa kecewa atau kurang puas.

Untuk meminimalisir kekecewaan bukan memaksakan untuk mencari yang lebih baik tetapi “sesuaikan kondisi hati kita dengan keadaan yang terjadi” setalah kita upaya secara maksimal sesuai kemampuan kita.
Jadi Usaha maksimal sesuai dengan kemampuan kita itu wajib selanjutnya apapun hasilnya, apapun keadaanya sesuaikan hati kita dengan hasil tersebut. Untuk kasus pembelian baju diatas bukan dengan membeli baju seharga 100 ribu karena dengan membeli baju seharga 100 ribu pun kita akan  kecewa dan ada kemungkinan tingkat kecewa kita akan lebih besar dari pada kecewa akibat membeli baju seharga 50 ribu.

Semoga saya dan kita semua bisa melakukan hal ini yaitu usaha maksimal dulu kemudian sesuaikan hati kita dengan kondisi yang terjadi.

Sabtu, 22 Juni 2013

Balonku ada lima

Siapa yang belum pernah dengar lagu tersebut, lagu anak-anak yang sangat popular sampai sekarang, bahkan merupakan lagu wajib bagi anak-anak ,tetapi apakah pernah terlintas bahwa dalam lagu tersebut,setidaknya menurut saya ada hal yang seharusnya tidak diajarkan kepada anak-anak kita ?.Anak-anak sangat mudah sekali menerima hal baru, dan begitu menerima langsung  apa adanya ditangkap dan akan seperti itu pula persepsi mereka.
Terus apakah yang aneh dengan lagu tersebut ?


Begini liriknya :

Balonku ada lima
Rupa-rupa warnanya
hijau, kuning, kelabu
Merah muda dan biru
Meletus balon hijau DOR
Hatiku sangat kacau
Balonku tinggal empat
Kupegang erat-erat

Lihat baik-baik pada bait kedua “meletus balon hijau DOR” terus berefek “hatiku sangat kacau” kenapa harus kacau balon meletus ya sudah lah tidak usah kacau lagi pula kan masih ada 4 balonnya, itu kan akan membuat pemahaman bahwa kalau kita kehilangan sesuatu hati ini harus kacau, yang parahnya lagi pada lirik selanjutnya “balonku tinggal empat kupegang erat erat” walah kacau lagi itu, kenapa harus dipegang erat-erat meletus kan tidak ada hubungan dengan dipegang talinya dengan erat.

Maksudnya bait itu mau mengatakan bahwa kalau kita kehilangan sesuatu harus gelisah, kacau, tidak menentu kondisi hatinya padahal seharusnya kan kita menerima dengan lapang dada peristiwa meletusnya balon tersebut. Kemudian kita tidak trauma dengan peristiwa itu dan kembali kenormal dengan memegang balon sisanya yang masih empat itu seperti biasa atau dibuat mainan lagi.

Apa mungkin kita ganti saja liriknya :
Meletus balon hijau DOR
Hatiku tidak apa…
Balonku tinggal empat
Kupakai main lagi…

Nah kalau lirik tersebut mengajarkan kepada anak untuk lapang dada menerima apa yang terjadi dan tidak trauma dengan kejadian yang menimpanya serta kembali normal lagi dengan bermain balon kembali yang tinggal empat itu

Sabtu, 15 Juni 2013

Standar baik itu …….. ?????????

Hari Rabu kemarin ada seseorang berkunjung kerumah, kebelulan masih saudara, kami bicara ngalor ngidul tidak karuan, lama-lama mengarah ke pembelian rumah, karena waktu itu saya sudah menawar rumah, lokasinya tidak ideal menurut umum karena jauh dari jalan besar dan akses kesana hanya gang kecil 1,5 M lebarnya, rumah baru setengah jadi, belum di plester dan masih banyak lagi mungkin baru 45% tetap sudah bisa di tinggali.

Di akhir cerita saya diharapkan membatalkan pembelian rumah tersebut karena menurut dia rumah yang mau saya beli itu tidak ideal, kalau dihitung investasipun tidak menguntungkan jadi secara garis besar rumah itu tidak baik. Tetapi itu pandangan dia kalau pandangan saya terhadap rumah itu berbeda. Menurut saya rumah itu sudah baik untuk jadi tempat tinggal. Yang menjadi kami berbeda pendapat adalah karena kami mempunyai standar yang berbeda-beda tentang idealnya sebuah rumah.
Walaupun akhirnya saya membatalkan pembelian rumah itu tetapi bukan berarti saya menerima standar yang diberikan saudara saya itu, karena bagaimanapun juga standar saya dan standar dia untuk pembelian rumah berbeda.

Bagaimana jadinya kalau saya menuruti standar nya dia, mungkin kehidupan saya terutama untuk masalah keuangan akan kacau dalam beberapa tahun kedepan karena standar dia akan mengharuskan saya untuk mengeluarkan uang jauh melebihi kemampuan saya sekarang. Jadi saya putuskan untuk tetap menggunakan standar saya karena saya tahu persis siapa saya, seberapa kemampuan saya, apa yang saya butuhkan, berapa kebutuhan saya dan lain sebagainya.

Sebagai penutup untuk kelancaran dalam kehidupan ini seyogyanya setiap kita mempunyai standar sendiri-sendiri terutama dalam masalah ekonomi, social bermasyarakat yang sudah disesuaikan dengan kondisi yang ada, alangkah baiknya kita beruasaha untuk mengikuti standar kita bukan mengikuti standar orang lain yang diluar kemampuan kita. Sangatlah rugi apabila kita mengikuti standar orang lain demi gengsi, demi harga diri, demi status social, biar dipandang orang kaya dengan membeli rumah idaman, dengan membeli mobil dan lainnya tetapi mengesampingkan kondisi kita yang sebernarnya.

Jumat, 07 Juni 2013

Nusakambangan

Selama 3 hari dari tanggan 3 – 5 Juni 2013 saya berada di Lapas Nusakambangan. Hari pertama saya berada di Lapas Batu, lapas kelas 1 di Nusakambangan, bertemu dengan para narapidana yang ada disana, saling bersapa, berbicara, bersalaman, duduk bareng dengan mereka. Rata-rata dari mereka masa hukumannya  diatas 10 tahun walau ada yang dibawah 10 tahun, yang dihukum mati pun banyak, yang dihukum seumur hidup juga tidak sedikit. Mulai dari  kasus perampokan dengan kekerasan, pembunuhan, narkoba, teroris semua ada di lapas tersebut. Yang membuat saya agak heran, umur mereka banyak yang masih muda dari kelahiran 1992, 89, 85, 87, 80, 83 dan sebagainya itu kan relatife muda. Sebelum masuk kesana saya merasa agak takut mungkin karena image bahwa orang dalam penjara itu orang yang tidak baik, orang yang jahat, tetapi ternyata mereka sangat sopan, beradap , menurut saya meraka punya perilaku yang sama dengan orang –orang yang berada diluar lapas atau ini hanya persepsi saya, karena hanya beberapa hari saja saya bersama mereka. Mungkin juga perilaku tersebut hasil dari pendidikan yang diterapkan dalam lapas.

Saya jadi teringat pada pada waktu acara  ILC (Indonesia Lawyer Club) di salah satu stasiun televisi Indonesia pembawa acaranya karni ilyas pernah mengutip kata “ Tidak Semua Orang Dalam Penjara Itu Orang Tidak Baik Begitu Pula Sebaliknya Tidak Semua Orang Diluar Penjara Itu Orang Baik”.
Ada nilai plus bagi orang yang dalam penjara setidaknya menurut saya, begini mungkin orang yang dipenjara itu pada awalnya orang baik yang melakukan tindakan tidak baik kemudian divonis oleh hakim dan berubah baik setelah nya. Itukan nilai plus

Kemudian sekarang kenyataannya orang yang diluar penjara pada awalnya adalah orang baik sebagian dari mereka melakukan tindakan tidak baik dan sampai sekarang masih melakukan tindakan tidak baik entah kapan akan berubah karena tidak ada shock terapi yang kuat untuk merubah tindakan tidak baik tersebut.

Tinggal kita sekarang yang termasuk orang diluar penjara, apakah akan tetap melakukan tindakan tidak baik nunggu nanti ada shock terapi datang entah shock terapi seperti teman-teman dilapas atau shock terapi yang lain. Ada alternative yang menyenangkan menurut saya yaitu berusahalah meninggalkan tindakan tidak baik sekarang tidak usah menunggu shock terapi datang dan nikmati hidup ini dengan melakukan tindakan-tindakan yang baik.


Nikmati kehidupan ini dengan melakukan kebaikan.

Sabtu, 01 Juni 2013

Akhirnya mata ini tidak tahan…

     Kemarin sehabis bekerja ingin rasanya mampir kerumah ibu, kira-kira sudah seminggu saya tidak main kesana, kebetulan bensin motor saya sudah limit, saya menuju penjual bensin di desa saya yang terdekat, setelah sampai saya beli 1 liter 5000 rupiah, pak bensin 1 pak, ternyata penjualnya sudah kakek-kakek, karena tidak tega, pada waktu kakek itu mau ngambil botol bensin saya menyodorkan tangan saya untuk mengabil botol tersebut dan saya tuang sendiri ke tanki bensin, setelah itu saya bayar, tidak lupa saya menanyakan kabar kepada kakek itu “keluarga pada sehat pak” terus dianya kaget, o iya sehat dan pada waktu menatap saya dia agak heran dan terus menepuk bahu saya, kemudian si kakek malah curhat kesaya begini :

Dulu mbah kamu itu banyak sekali menolong saya, pernah juga meminjami saya uang 160 rupiah, dan bla blab bla…… panjang sekali, saya ya hanya manggut-manggut saja sekedar menanggapi, sekali-kali merespon Ooo… begitu ya …., terakhir yang membuat saya tidak tahan dia mendoakan saya “ Mas pri.. semoga kamu bisa sukses, bisa hidup berkah, diberi keselamatan di dunia dan keselamatan di akhirat, semoga selalu  diberi kemudahan” doa itu terucap begitu tulus, expresi wajahnya pun begitu lugu, saya terharu, saya tertunduk dan Akhrinya mata ini tidak tahan membendung air mata, menetes juga. Pada waktu itu tidak ada perasaan malu meneteskan air mata di pinggir jalan. Momen itu berakhir setelah saya sadar ada 3 orang yang ngantri mau beli bensin dan memandang aneh kepada saya, entah apa yang ada di pikirannya saya tidak tahu.

Mbah saya seperti apa saya juga tidak tahu, karena begitu saya lahir mbah saya sudah tidak ada atau ada tetapi saya tidak ingat, karena masih kecil. Jaman sekarang orang seperti kakek penjual bensi itu sungguh jarang, mental-mental seperti kakek itu sudah hampir punah, bayangkan saja sama saya yang tidak pernah bercerita dengan kakek penjual bensin itu, yang beda generasi dia masih ingat bahwa dulu mbah saya pernah berjasa, pernah menolong kakek itu. Dulu kakek tersebut merupakan orang yang disegani, dihormati oleh penduduk, sekarangpun masih.

Itu yang membuat saya terharu betapa budi baik dari orang lain masih dia ingat, masih di rasakan sampai sekarang bahkan sampai ke anak cucunya, dia masih merasa dulu mbah saya pernah menolongnya. Sekali lagi sungguh-sungguh luar biasa moral, mental seperti kakek penjual bensin itu. Patut kita contoh.

Jumat, 31 Mei 2013

Kok Kucing ekornya panjang ?

Coba baca dengan pelan-pelan dan direnungkan judul diatas, bukankah itu seharusnya bukan menjadi sebuah keanehan, sebuah kesalahan, sebuah dosa. Bukankah kucing ya ekornya panjang.
Tetapi ini terjadi di sebuah desa yang disitu semua kucing dipelihara oleh pihak desa , ada pengurusnya ada petugasnya untuk menangani semua kucing yang ada di desa dan tidak boleh ada kucing lain masuk kedesa tersebut.

Begini ceritanya :
Beberapa generasi yang dulu sesepuh desa rapat mengenai kucing, karena penduduk desa menyukai kucing. Dan rapat tersebut menghasilakan keputusan bahwa setiap kucing yang ada di desa ini ekornya harus dipotong tidak boleh ada kucing yang punya ekor panjang. Karena untuk membedakan dengan kucing desa tetangga. Setiap ada kucing yang lahir ekornya langsung dipotong oleh panitia desa, setelah beberapa generasi warga desa tersebut tidak mengetahui bahwa ada prosesi pemotongan ekor kucing dan yang mengetahui hanya panitia desa serta orang-orang tertentu dan informasi itu tidak boleh dibocorkan kepada warga, hanya boleh diberitahu kepada calon pengganti panitia dan pengurus desa, warga tidak ada yang berani menanyakan perihal ekor kucing itu.

Kemudian pada saat ini, jaman modern dimana arus informasi begitu cepat, era demokrasi begitu terasa, setiap orang, setiap individu, setiap warga berhak mengeluarkan pendapatnya, berhak untuk bersuara. Suatu hari ada kucing dari desa tetangga yang berhasil masuk ke desa tersebut dan terliahat oleh warga desa tersebut. Kontan saja warga jadi gempar, warga jadi gelisah, melihat ada kucing ekornya panjang, kemudian munculah pertanyaan tadi “KOK ADA KUCING EKORNYA PANJANG ?”
Banyak sekali warga merespon kalau dikumpulkan kira-kira responya begini :
      1.      Wah ada kucing siluman , masa kucing ada ekornya
      2.      Wah ada kucing jadi-jadian , masa kucing ekornya panjang
      3.      Wah ada kucing aneh , ekornya panjang dan masih banyak lainnya.

Akhirnya warga berame-rame memburu kucing tersebut untuk ditangkap, pada main hakim sendiri tanpa bertanya kepada panitia desa atau pengurus desa.
Padahal yang sebernarnya adalah kucing itu ya ada ekornya, kucing itu ya ekornya panjang, warga desa hanya salah paham karena selama ini setiap kucing yang ada di desa tersebut tidak ada ekornya.
Dari cerita diatas mungkin sangat mirip dengan keadaan sekarang , apanya yang mirip ?

Bahwa yang sebenarnya kejujuran itu sebuah kebenaran, tidak mau korupsi itu sebuah kebenaran, loyalitas itu sebuah kebenaran dan masih banyak kebenaran-kebenaran lain yang pada masa ini dianggap aneh, dianggap aliran baru, dianggap tidak mengikuti jaman, dianggap tidak punya solidaritas dengan teman dan sebagainya.

Orang tidak mau korupsi dianggap orang aneh, orang berlaku jujur katanya hancur, orang pakai jilbab sesuai aturan dianggap bi’dah dan dianggap aliran aneh, orang beribadah rutin dianggap sok –so’an, orang suka memberi dianggap pamer, orang suka menolong dianggap ada maunya dan masih banyak lagi
Bahwa pada saat ini kebenaran seperti itu sudah dianggap aneh (bahwa ada kucing ekornya panjang itu aneh) karena hanya beberapa orang saja yang tahu kebenaran  itu (hanya panitia desa saja yang tahu bahwa kucing itu ekornya panjang) yang lain tidak mau membukan hati dan pikiran untuk menerima yang baru, walaupun itu sebuah kebenaran, sudah menutup hati dan pikiran yang ada meraka sudah taklid dengan aturan yang sudah ada walaupun aturan itu bukan aturan yang seberarnya.

Kenapa begitu ? saya pernah mendengan bahwa “ KEBURUKAN DIUCAPKAN SEBAGAI KEBAIKAN SERIBU KALI MAKA AKAN MENJADI SEBUAH KEBAIKAN”  maksudnya mereka sudah tidak merasa melakukan sebuah keburukan apabila melakukan keburuan itu karena keburukan itu sudah menjadi hal yang umum dimasyarakat.


Semoga kita semua bisa menerima hal yang baru yang  merupakan kebenaran sesungguhnya, walaupun perlu banyak pengorbanan. Amiin

Rabu, 29 Mei 2013

Saya mas, kalau bekerja tidak pernah mengeluh


Itu Motor saya pada waktu di parkir, hari ini parkiran sungguh penuh sekali, matahari pun terasa tidak bersahabat , puanaaassss. Tetapi ada hal lain yang membuat hati ini terasa sejuuuuuuuuuuuk, yaitu pada saat setelah motor saya dikeluarkan dari tempat parkir saya tanya pada tukang parkirnya.

Saya                            :  pak ya capek ya mindah mindah motor kaya gitu , panas lagi tambah bapak pakai baju hitam, hitam kan menyerap panas
Bapak tukang parkir     :  saya kalau kerja tidak  pernah mengeluh mas

Itu dia “ saya kalau bekerja tidak penah mengeluh” itu kata kunci yang membuat terasa lain di hati ini.
Jika dibandingkan dengan saya, mungkin masih lebih enak pekerjaan yang saya jalani dari pada pekerjaan Bapak ini (kalau dilihat dari berpanas-panasan, mengeluarkan energi sampai berkeringat), tetapi kadang kala masih muncul keluh kesah dari mulut ini, sungguh keluh kesah yang saya ucapkan merupakan perbuatan yang tidak pantas kalau melihat bahwa masih banyak pekerjaan lain yang mungkin berpenghasilan kurang dari saya dan juga masih banyak orang diluar sana yang masih butuh perjuangan untuk mencari sebuah pekerjaan tetap.

Dalam agamapun keluh kesah tidak disarankan, yang ada kita diharuskan untuk mensyukuri nikmat yang kita terima, nikmat yang diberikan kepada kita, semakin kita bersyukur terhadap nikmat ini maka janji Allah.SWT nikmat itu akan ditambah, ya ditambah.

Dan yang  penting lagi saya ingin berusaha memahami bahwa nikmat itu bukan hanya sebatas materi belaka (harta kekayaan) ada kesehatan, keamanan, kenyamanan, kebahagiaan dan sebagainya.

Semoga apa yang saya alami hari ini bisa terus menerus mengingatkan kembali untuk tidak selalu mengeluhkan kehidupan ini.

Rumah itu tidak jadi milikku

Sekitar 2 bulan yang lalu saya ditawari sebuah rumah, maklum saat ini saya masih nomaden atau hidupnya berpindah-pindah dari satu kontrakan ke kontrakan lain dan itu sudah berlangsung selama 5 tahun. Dan tawaran tersebut saya respon kemudian setelah melewati beberapa kali pertemuan untuk nego masalah harga dan lain-lain sekitar 2 minggu dan sukses , akhirnya rumah itu jadi milikku dalam arti rumah itu saya beli dengan harga yang sudah disepakati bersama. Dengan surat perjanjian dan 2 orang saksi pada saat pembayaran dan dibayar tunai. Sebulan kemudian setelah perjanjian itu ditandatangani, sebagai pemilik ingin rasanya untuk membuat sertifikat tanah menjadi atas nama saya tentunya, lah disitulah terjadi masalah, pada saat mau di ukur sama petugas dari desa si pemilik lama bertingkah, dan pada saat itu juga pemilik lama minta harga dulu yang sudah disepakati dan dibuat perjanjian diatas materai dengan 2 orang saksi harus dirubah, harganya dinaikkan 90 % dari harga semula. Gilaaaaaa.. masa harga naik 90 % padahal secara hukum tanah dan rumah itu sudah jadi milik saya. Singkat kata dari setelah berproses selama hampir 10 hari saya mengalah saja , uang saya kembali 100% dan tidak jadi membeli rumah dan tanah tersebut. Setidaknya ada 2 hal yang membuat saya mengalah untuk tidak jadi membeli tanah dan rumah tersebut yaitu :
  1. Saya tidak mau rebut-ribut dengan pemilik lama karena rumah dan tanah tersebut mau saya tempati dan pemilik lama domisilinya masih satu alamat dengan rumah dan tanah itu.
  2. Dalam perjanjian yang ditandatangani kurang adanya kalimat “ Perjanjian itu dibuat dengan  penuh kesadaran dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun” itulah poin penentu kenapa saya rela mengalah, karena setalah Tanya kesana kemari , posisi saya lemah.

Akhirnya “RUMAH ITU TIDAK JADI MILIKKU” titik (sudah tidak ada lagi upaya untuk negosiasi kembali) berarti cari rumah lagi

Kadang apa yang terjadi di sekeliling kita tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, misalkan saya lagi ingin makan soto ayam , eee … ternyata tidak punya uang untuk membeli soto ayam tersebut walaupun harganya Rp. 5000,- . karena apa yang terjadi di sekeliling kita (contohnya kasus saya diatas) bukan sepenuhnya atas kehendak saya, ada yang mengaturnya, ada yang mengelolanya , semua berjalan sudah sesuai dengan ketentuan yang ada.


Biasaya kalau keadaan sekitar tidak sesuai dengan keinginan hati maka kita merasa sedih, galau, marah, sebel, gundah dan teman-temannya. Mungkin tidak hanya saya, yang bernama manusia ada kemungkinan juga akan merasa seperti itu. Selain untuk berusaha mengubah apa yang terjadi di sekililing kita agar sesuai dengan apa yang kita harapkan tentunya kita juga harus berusaha untuk menyesuaikan keinginan dengan keadaan yang terjadi di sekililing kita. Mengubah maksudnya kita berusaha dengan kemampuan, pemikiran kita, tenaga kita untuk mencapai keingin dan menyesuaikan maksudnya kita menerima apapun yang terjadi disekeliling kita setelah maksimal mengusahakannya agar seirama dengan keinginan atau harapan.

Kamis, 23 Mei 2013

Ada jalan baru dirumah ku

Sesuai dengan kebutuhan yang semakin hari semakin  meningkat tentunya kebutuhan jalan juga perlu di perluas atau diperbanyak, begitu juga dengan mobilitas di keluarga ku semakin hari semakin padat saja, mobilitas disini bukan mobilitas lalu lalang nya orang, barang, kendaraan tetapi mobilitas yang saya maksud adalah mobilitas uang, jadi semakin kesini semakin dibutuhkan peredaran uang yang cukup, dan suplainya pun seharusnya melebihi dari yang dibutuhkan agar rutinitas dalam keluarga tidak terganggu dengan kebutuhan peredaran uang tersebut.

Sebagai ilustrasi misalnya kebutuhan akan uang 100 tetapi jalan kita hanya mampu untuk dilalui 10 uang berarti kita harus sepuluh kali jalan untuk bisa mencapai 100 itu sangat logis menurut saya. Tetapi apabila kita menambah jalan misalnya menjadi 5 jalan atau memperlebar kapasitas jalan menjadi bisa dilalui oleh 50 uang, maka kita hanya perlu 2 kali jalan untuk bisa mencapai 100. Jadi tinggal terserah pilihan kita mau menambah jalan atau melebarkan jalannya.

Kembali ke topik bahwa ini berawal dari sikap anak-anak kami yang tidak mau memakai baju seragam dari sekolah, maunya pakai baju sendiri dan parahnya lagi kalau dibelikan baju tidak mau dipakai, maunya beli kaos saja, padahal untuk sekolah tidak diperkenankan pakai kaos, minimal baju walaupun tidak seragam dengan teman-temannya.

Dari situlah istri saya mulai membuat baju untuk anak-anak kami dengan desain sendiri, semakin lama-semakin akhirnya terbiasa membuat baju untuk anak-anak. Dan jalan baru itu mulai ada sekitar beberapa minggu yang lalu diawali dari teman minta dibuatkan 3 buah baju untuk anaknya setelah baju tersebut jadi ternyata dia merasa puas dengan baju buatan istri saya dan endingnya sekarang sudah banyak yang antri minta dibuatin.

Ini dia penampakan 2 baju  yang dipesan teman :




Semoga jalan baru ini bisa mengatasi semakin padatnya mobilitas dalam keluarga kami. Dan yang lagi kesulitan dalam mengolah mobilitas keuangan sehari-hari mungkin ada baiknya menambah jalan baru lagi, semakin banyak jalan yang ada maka semakin cepat yang akan sampai kepada kita atau meningkatkan kapasitas jalan yang sudah ada, terserah pilihan anda.

Selamat ber inspirasi, semoga sukses 

Jumat, 17 Mei 2013

Mimpi


Kata tersebut sangat familiar di telinga kita, bahkan semua orang sudah tahu apa itu mimpi. Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (Wikipedia). Tetapi mimpi kali ini bukan mimpi yang seperti itu, mimpi yang saya maksud adalah visi,keingingan, harapan, cita-cita  dan teman temannya.

Kemarin saya membuktikan lagi betapa hebatnya kekuatan dari mimpi (red : visi, keingingan, harapan, cita-cita  dan teman temannya). Dulu sekitar setahun yang lalu bahkan mungkin lebih saya menciptakan mimpi saya sendiri sesuai dengan hasrat pada waktu itu, saya ulang-ulang lagi gambaran dari mimpi itu sampai membekas hingga pada kemudian hari saya lupakan mimpi itu karena seiring berjalannya waktu ada mimpi-mimpi lain yang ingin saya gapai, mimpi-mimpi lain yang ingin saja wujudkan kemudian mimpi tadi saya ganti dengan mimpi-mimpi yang baru.

Kemarin saya merasakan dan menyaksikan bahwa mimpi-mimpi saya waktu itu sekitar setahun yang lalu terbukti dan nyata-nyata terjadi pada diri saya. Sekali lagi saya merasakan betapa hari ini, saat ini, masa ini adalah buah dari masa lalu, hasil dari masa lalu kita. Subhanallah.

Mungkin ada yang tidak percaya, tetapi coba saja kita flashback lagi ke masa lalu kita, bahwa apa yang telah kita gapai, apa yang telah kita capai, apa yang telah kita miliki saat ini mulai hari handphone, rumah, kendaraan, istri, anak, bahkan kondisi pada saat ini hampir dan bahkan semuanya telah kita impikan , kita bayangkan dulu, telah ada dalam benak kita, dalam visi kita pada masa lalu walaupun mungkin sekarang kita sudah lupa akan mimpi kita yang telah lalu.

Begitu hebatnya kekuatan mimi itu maka ada baiknya kita ciptakan mimpi-mimpi kita mulai sekarang tentang apa yang akan kita inginkan mungkin 10 tahun yang akan datang kita mau seperti apa, kita mau jadi apa, kita mau mempunyai apa, kita mau punya penghasilan berapa dan lain-lain sesuaikan dengan giarah anda. Bersambung......

Selamat bermimpi, Good Luck

Selasa, 14 Mei 2013

Tetanggaku Oh Tetanggaku


Sehabis solat isya saya dan istri lagi santi di ruang tengah, biasa ngobrol-ngobrol  ringan sambil nonto acara tv. Dari luar terdengar suara agak berisik awalnya tak biarian aja tetapi kok terus menerus, akhirnya saya penasaran juga, sayapun keluar untuk mengobati rasa penasaran saya. O… ternyata tetanngga saya lagi beres-beres peralatan rumahnya dan dinaikkan truk. Saya pun akhirnya menyempatkan menyapa dengan tujuan ingin tau apa yang terjadi dan sekaligus ingin membantu apabila tenaga saya dibutuhkan.

Yang jadi aneh adalah terjadinya dua jawaban yang berbeda, pada waktu saya menanyakan kepada sang istri dan jawabannya “ saya mau pindahan  dan rumah ini sudah di kontrak sama orang”

Kemudian saya ikut membantu membawa peralatan kedalam truk dan waktu saya dekat dengan suaminya tanpa terasa saya menanyakan lagi dan jawabannya “ peralatan ini mau saya pindah ke rumah saya yang satunya dan rumah ini ya masih  di tempati saya. ini Cuma pindah peralatan saja untuk ngisi rumah saya yang disana”

Dan beberapa hari kemudian ternyata dua jawaban tersebut betul-betul tidak sesuai dengan kenyataannya. Yang benar adalah bahwa rumah tetangga saya itu dijual dan sekarang ditempati oleh pembelinya.

Sebagai gambaran tetanggaku itu sudah berumur ya kalau dilihat dari facenya sudah diatas 60 tahun. Seharusnya pernyataan dari orang yang sudah banyak pengalaman hidup kan tidak seperti itu. Sudah tidak penting lagi kamulfase, sudah tidak penting lagi berkata seperti itu. Apa memang sudah jamannya seperti itu ya , tampilan luar adalah segalanya, gengsi adalah harga mati yang penting bisa pamer lebih dari orang lain, bisa pamer mempunyai mobil lebih dari satu, sepeda motor lebih dari satu, perhiasan buanyak dan lain sebagainya.

Kalau memang sekarang jamannya sudah seperti itu, Beranikah kita untuk apa adanya ………?

Kamis, 07 Maret 2013

FTP (File Transfer Protokol)



Akhir-akhir ini perkerjaan saya berhubungan dengan FTP ini, awalnya bingung apa itu FTP (mirip terdengan seperti FTV (filem Televisi), untuk update aplikasi silahkan download di FTP://xxx.xxx.xx.x”.Akhirnya karena penasaran cari-cari apa itu FPT untuk lengkapnya bisa dilihat di  
Jadi penasaran karena saya sering berurusan dengan bagi-bagi file maka rasanya ingin sekali membuat FTP server sendiri, begini awalnnya:
Bahan bahan yang diperlukan :
XAMPP (Karena dalam xampp ini sudah ada ftp server nya yaitu filezilla) tinggal pilih mau instalasi dari nol atau mau pakai yang portable, untuk saya karena sudah punya xampp ini maka saya pakai yang portable.
Okey kita mulai saya, karena saya pakai portable maka kita tinggal membuka file xampp-contro.exe



Kemudian setelah muncul akan ada ikon muncul di kiri bawah  dan klik 2 kali untuk memunculkan kotak dialog, dan kita tandai di svc filezilla ini untuk menginstall ftp server kemudian klik ok sampai selesai.

Kemudian pada kotak Admin kita klik dan akan muncul kotak dialog lagi , disitu mau diisi password atau tidak terserah, kalau saya tidak diisi  dan klik ok

Langkah selanjutnya adalah menambah user baru, pada menu edit kita klik dan kita pilih user untuk menambah user baru, silahkan tambah user sesuka ada dan jangan lupa  tiap user kita kasih password untuk keamanan.

Kemudian untuk menentukan folder mana yang akan kita share pada menu kedua setelah general ada menu share folder tinggal kita tambahkan dengan memilik tab Add dan akan dibawa untuk memilih folder yang akan kita share dan jangan lupa kita klik “set as home dir”

Sudah seperti itu selesai , server FTP kita jadi dan dengan FTP ini transfer file jadi lebih cepat dibandingkan dengan share folder seperti pada umumnya. Perbedaannya cukup tinggi , kemarin saya tes dengan file sebesar 70 MB dengan FTP hanya butuh waktu ± 3 menit dan pada share folder seperti biasa memakan waktu ±30 menit dan itu diakses melalui wireless dengan jarak sekitar 15 KM dari server.

Untuk kemudian yang jadi masalah bagaimana agar FTP ini bisa diakses dari manapun dalam arti dari luar jaringan kita melalui internet. Kebetulan jaringan kami memakai mirkrotik sebagi router os nya dan untuk ini saya akan memberikan gambaran bagaimana FTP server ini bisa diakses dari internet lewat mikrotik. Setingan ini sangat mudah kita tinggal main di NAT (network Addres Translation)

Selelah masuk lewat winbox (agar mudah)
Pada IP – filrewall-NAT kita buat nat baru (untuk dst-address isikan dengan IP public anda) kemudian pada to address isikan IP computer yang tadi dipasangi zampp. Biasanya untuk FTP ini menggunakan prot 20 atau 21 pada setingan ini saya menggunakan port 21, untuk lebih lengkapnya lihat gambar dibawah ini.