Jumat, 27 Desember 2013

Kenyataan dan Manipulasi

Al kisah di negeri nun jauh disana ada 2 orang santri namanya senen dan selasa lagi belajar, menjelang kelulusan gurunya memerintahkan untuk berlatih menerapkan ilmunya di kehidupan nyata di sekitar pesantren dikasih waktu 2 bulan untuk bisa menerapkan ilmunya di masyarakat, minimal bisa berinteraksi baik dan bisa menyesuaikan dengan kehidupan bermasyarakat untuk bisa berlatih memecahkan masalah dan setelah 2 bulan akan dimintai laporan pertanggung jawaban oleh gurunya karena guru tidak bisa mendampingi terus menerus selama proses penyesuaian tersebut.

Mereka pun terjun ke masyarakat sesuai instruksi dari gurunya.

Senen seorang pemalas di pikirannya tiba-tiba muncul , “ah yang yang penting kan nanti laporannya beres ,semua dibagus-baguskan dan kalau ditanya, jawabannya harus meyakinkan”

Si senen akhirnya mendapat ide untuk membagi ilmunya dengan di rapel dalam arti , dalam1 hari banyak masyarakat dikumpulkan dan pada saat itu dia ngomong sambil membagikan ilmunya setelah itu tidak ada lagi. Dan si senen itu mengemas laporannya sedemikian rupa dengan data-data yang lengkap, kegiatan sehari seakan-akan bisa bermanfaat secara maksimal bagi masyarkat

Selasa beda lagi karena dia serius ingin menularkan ilmunya kepada masyarakat walaupun itu hanya 1 atau 2  orang atau lebih sampai benar-benar bisa paling tidak ilmunya nanti bisa bermanfaat bagi orang tersebut.

Dia serius setiap minggu mendatangi orang yang mau belajar paling telat 2 minggu dia sudah  pasti mendatangi untuk sekedar melihat perkembangan atau membagi ilmu yang baru, tetapi sayang dia lupa tidak mendokumentasikan kegiatannya itu karena satu dan lain hal, yang jelas dia semangat sekali untuk membuat orang tersebut lebih berdaya dari sebelumnya dengan ilmu yang diberikan. Dengan harapan setelah selesai orang tersebut bisa mengembangkan sendiri ilmu yang diberikan selama proses 2 bulan tersebut.

2 bulanpun sudah berlaku dan kedua santri tersebut harus bertanggungjawab terhadap apa yang dilakukan selama 2 bulan , bisa bermanfaat apa tidak ilmu yang diberikan.

Ternyata yang mendapat pujian dari sang guru adalah si senen yang hanya melakukan kegiatan 1 kali karena laporannya kumplit, meyakinkan serta bisa mengeluarkan alibi yang pas, sedangkan si selasa yang sebenarnya melakukan tugas pendampingan selama 2 bulan dan hasilnya pun bisa dinikmati tidak hanya bagi penerima ilmu tetapi bagi orang lain karena ternyata si penerima ilmu memanfaatkan apa yang sudah diterimanya malah dianggap tidak berhasil karena kurangnya laporan yang diberikan serta ketidakmampuannya untuk berdebat selama proses pertanggungjawaban tadi. Dari kejadian tersebut akhirnya si selasa belajar banyak hal.(tamat)

Pelajaran yang bisa diambil dari cerita diatas adalah bahwa kebenaran yang nyata ada dan bermanfaat bisa dianggap tidak ada bahkan bidak bermanfaat sama sekali, sebaliknya apa yang kurang bermanfaat kalau dilaporkan dengan meyakinkan dan diikuti dengan alibi yang kuat akan dianggap bermanfaat(walaupun kenyataannya kurang bermanfaat)

Kebetulan itu dalam proses pembelajaran dan terjadi di negeri nun jauh disana jadi bukan merupakan masalah, tetapi kalau kita lihat pada jaman sekarang memang sudah seperti itu, kebenaran bisa diputar balikkan menjadi sebuah kesalahan kalau memang pelaku kebenaran itu tidak bisa mengemukakan  pendapat dengan baik serta sebuah kesalahan akan menjadi benar apabila bisa mengemukakan alasan-alasan dengan  tepat walaupun alasan itu hanya direkasaya belaka.

Sekedar saran untuk kita semua yang sudah berbuat kebenaran secara nyata jangan puas dulu dengan kebenaran yang betul-betul dilakukan tetapi berusahalah untuk menjadi lebih pandai agar kenyataan-kenyataan yang telah kita lakukan akan tetap menjadi sebuah kenyataan karena kita mampu menyusun alibi untuk mempertahankan kenyataan itu. kalau kita tidak mampu menyusun alibi atau argumen maka kenyataan yang ada bisa berubah menjadi kesalahan atau bisa dibilang manipulasi saja.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar