Sabtu, 15 Juni 2013

Standar baik itu …….. ?????????

Hari Rabu kemarin ada seseorang berkunjung kerumah, kebelulan masih saudara, kami bicara ngalor ngidul tidak karuan, lama-lama mengarah ke pembelian rumah, karena waktu itu saya sudah menawar rumah, lokasinya tidak ideal menurut umum karena jauh dari jalan besar dan akses kesana hanya gang kecil 1,5 M lebarnya, rumah baru setengah jadi, belum di plester dan masih banyak lagi mungkin baru 45% tetap sudah bisa di tinggali.

Di akhir cerita saya diharapkan membatalkan pembelian rumah tersebut karena menurut dia rumah yang mau saya beli itu tidak ideal, kalau dihitung investasipun tidak menguntungkan jadi secara garis besar rumah itu tidak baik. Tetapi itu pandangan dia kalau pandangan saya terhadap rumah itu berbeda. Menurut saya rumah itu sudah baik untuk jadi tempat tinggal. Yang menjadi kami berbeda pendapat adalah karena kami mempunyai standar yang berbeda-beda tentang idealnya sebuah rumah.
Walaupun akhirnya saya membatalkan pembelian rumah itu tetapi bukan berarti saya menerima standar yang diberikan saudara saya itu, karena bagaimanapun juga standar saya dan standar dia untuk pembelian rumah berbeda.

Bagaimana jadinya kalau saya menuruti standar nya dia, mungkin kehidupan saya terutama untuk masalah keuangan akan kacau dalam beberapa tahun kedepan karena standar dia akan mengharuskan saya untuk mengeluarkan uang jauh melebihi kemampuan saya sekarang. Jadi saya putuskan untuk tetap menggunakan standar saya karena saya tahu persis siapa saya, seberapa kemampuan saya, apa yang saya butuhkan, berapa kebutuhan saya dan lain sebagainya.

Sebagai penutup untuk kelancaran dalam kehidupan ini seyogyanya setiap kita mempunyai standar sendiri-sendiri terutama dalam masalah ekonomi, social bermasyarakat yang sudah disesuaikan dengan kondisi yang ada, alangkah baiknya kita beruasaha untuk mengikuti standar kita bukan mengikuti standar orang lain yang diluar kemampuan kita. Sangatlah rugi apabila kita mengikuti standar orang lain demi gengsi, demi harga diri, demi status social, biar dipandang orang kaya dengan membeli rumah idaman, dengan membeli mobil dan lainnya tetapi mengesampingkan kondisi kita yang sebernarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar