Hari Rabu kemarin ada seseorang berkunjung kerumah, kebelulan masih
saudara, kami bicara ngalor ngidul tidak karuan, lama-lama mengarah ke
pembelian rumah, karena waktu itu saya sudah menawar rumah, lokasinya tidak
ideal menurut umum karena jauh dari jalan besar dan akses kesana hanya gang
kecil 1,5 M lebarnya, rumah baru setengah jadi, belum di plester dan masih
banyak lagi mungkin baru 45% tetap sudah bisa di tinggali.
Di akhir cerita saya diharapkan membatalkan pembelian rumah tersebut karena
menurut dia rumah yang mau saya beli itu tidak ideal, kalau dihitung
investasipun tidak menguntungkan jadi secara garis besar rumah itu tidak baik. Tetapi
itu pandangan dia kalau pandangan saya terhadap rumah itu berbeda. Menurut saya
rumah itu sudah baik untuk jadi tempat tinggal. Yang menjadi kami berbeda
pendapat adalah karena kami mempunyai standar yang berbeda-beda tentang
idealnya sebuah rumah.
Walaupun akhirnya saya membatalkan pembelian rumah itu tetapi bukan berarti
saya menerima standar yang diberikan saudara saya itu, karena bagaimanapun juga
standar saya dan standar dia untuk pembelian rumah berbeda.
Bagaimana jadinya kalau saya menuruti standar nya dia, mungkin kehidupan
saya terutama untuk masalah keuangan akan kacau dalam beberapa tahun kedepan
karena standar dia akan mengharuskan saya untuk mengeluarkan uang jauh melebihi
kemampuan saya sekarang. Jadi saya putuskan untuk tetap menggunakan standar
saya karena saya tahu persis siapa saya, seberapa kemampuan saya, apa yang saya
butuhkan, berapa kebutuhan saya dan lain sebagainya.
Sebagai penutup untuk kelancaran dalam kehidupan ini seyogyanya setiap kita
mempunyai standar sendiri-sendiri terutama dalam masalah ekonomi, social bermasyarakat
yang sudah disesuaikan dengan kondisi yang ada, alangkah baiknya kita beruasaha
untuk mengikuti standar kita bukan mengikuti standar orang lain yang diluar
kemampuan kita. Sangatlah rugi apabila kita mengikuti standar orang lain demi
gengsi, demi harga diri, demi status social, biar dipandang orang kaya dengan
membeli rumah idaman, dengan membeli mobil dan lainnya tetapi mengesampingkan
kondisi kita yang sebernarnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar