Ucapan ini sering kita dengarkan pada suatu episode
komedi situasi di acara televise, dimana ucapan ini sering kita dengar seakan
kita tertawa atau malah terhibur, beda saat kita ganti chanel tv melihat dan
mendengarkan kabar berita bagaimana kita (Indonesia/ Pemerintah) gagal dalam
pencapaian suatu hal disegala bidang. Timnas Indonesia gagal dikalahkan Iran
dengan score 3-0 kemudian kita maklum bahwa pertandingan itu dilangsungkan di
iran, masyarakat Indonesia pun bisa memaklumi. Seminggu kemudian ada berita
lagi tentang Timnas Indonesia dikalahkan Bahrain dengan hasil 2-0, maka
berkerutlah dahi kita semua warga
Indonesia, sebab Timnas bermain dihadapan public sendiri tentu saja kita kecewa
dengan kegagalan tersebut.
Pemerintah gagal dalam penanganan pemberantasan
korupsi…sudah biasa bro… bukankah selalu begitu? Indonesia gagal dalam
mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan…wah berita basi coy….. Indonesia
gagal dalam bidang perhubungan dimana angka kecelakaan menjelang dan pasca arus
mudik lebaran 2011 cukup tinggi …biasa lagi kaleeeeeeeee, banyak lagi kegagalan
demi kegagalan yang dialami Negara ini bahkan aku pernah baca disebuah surat
kabar ada tokoh politik jaman bahuela mengatakan bahwa Indonesia adalah Negara
gagal. Bagaimana kegagalan yang sering
ini menjadikan kita kalah bersaing dengan Negara-negara lain khusunya dalam
bidang Ekonomi,Penegakan Hukum dan Ham, Pendidikan dan Olah raga serta Budaya.
Kalaulah kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda maka dengan senang atau tidak
senang kita bisa menerima tapi kalau keberhasilan juga tak kunjung datang maka
timbulah rasa frustasi, emosi, sres dan putus asa yang terjadi adalah yang kita
saksikan dilayar kaca bagaimana banyak demo-demo yang berujung anarkis, pelajar
tawuran, kriminalitas meningkat dan masih banyak masalah social lainnya.
Sedangkan para politikus sendiri malah kadang berstatement yang diluar
jangkauan nalar kita seperti contoh memaafkan dan mengampuni para koruptor,
pembubaran KPK dan penanganan gempa tsunami agar rakyat jangan hidup ditepi
pantai, serta masih banyak lagi.
Lalu bagaimana kita mensikapi kegagalan yang
berkelanjutan?,
Pemerintah tak seharusnnya menyerang balik oleh segenap
rakyat yang menkritik kinerja para aparat, bagaimanapun kritikan itu anggap
saja sebagai preseur agar para aparat dan pejabat ini dapat bekerja lebih baik
dengan rasa tanggung jawab atas kinerja yang diembannya.
Penulis hanya memandang kegagalan adalah suatu hal yang
biasa, dan kemudian bagaimana kita bisa mensikapi serta mengelola kegagalan
untuk diproses ke suatu yang lebih baik walaupun hanya kecil pasti akan berarti,
ingat semua manusia pasti pernah gagal hanya malaikat saja yang tak pernah
gagal bedanya manusia pernah mencoba dan ber exsperimen dan malaikat tidak
pernah mendapat ujian yang bernama kegagalan, maka anggap saja kegagalan juga
suatu nikmat dari Alloh SWT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar