Rabu, 02 November 2011

Gagal maning…. Gagal maning son….


Ucapan ini sering kita dengarkan pada suatu episode komedi situasi di acara televise, dimana ucapan ini sering kita dengar seakan kita tertawa atau malah terhibur, beda saat kita ganti chanel tv melihat dan mendengarkan kabar berita bagaimana kita (Indonesia/ Pemerintah) gagal dalam pencapaian suatu hal disegala bidang. Timnas Indonesia gagal dikalahkan Iran dengan score 3-0 kemudian kita maklum bahwa pertandingan itu dilangsungkan di iran, masyarakat Indonesia pun bisa memaklumi. Seminggu kemudian ada berita lagi tentang Timnas Indonesia dikalahkan Bahrain dengan hasil 2-0, maka berkerutlah dahi  kita semua warga Indonesia, sebab Timnas bermain dihadapan public sendiri tentu saja kita kecewa dengan kegagalan tersebut.



Pemerintah gagal dalam penanganan pemberantasan korupsi…sudah biasa bro… bukankah selalu begitu? Indonesia gagal dalam mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan…wah berita basi coy….. Indonesia gagal dalam bidang perhubungan dimana angka kecelakaan menjelang dan pasca arus mudik lebaran 2011 cukup tinggi …biasa lagi kaleeeeeeeee, banyak lagi kegagalan demi kegagalan yang dialami Negara ini bahkan aku pernah baca disebuah surat kabar ada tokoh politik jaman bahuela mengatakan bahwa Indonesia adalah Negara gagal. Bagaimana  kegagalan yang sering ini menjadikan kita kalah bersaing dengan Negara-negara lain khusunya dalam bidang Ekonomi,Penegakan Hukum dan Ham, Pendidikan dan Olah raga serta Budaya.

Kalaulah kegagalan adalah keberhasilan  yang tertunda maka dengan senang atau tidak senang kita bisa menerima tapi kalau keberhasilan juga tak kunjung datang maka timbulah rasa frustasi, emosi, sres dan putus asa yang terjadi adalah yang kita saksikan dilayar kaca bagaimana banyak demo-demo yang berujung anarkis, pelajar tawuran, kriminalitas meningkat dan masih banyak masalah social lainnya. Sedangkan para politikus sendiri malah kadang berstatement yang diluar jangkauan nalar kita seperti contoh memaafkan dan mengampuni para koruptor, pembubaran KPK dan penanganan gempa tsunami agar rakyat jangan hidup ditepi pantai, serta masih banyak lagi.

Lalu bagaimana kita mensikapi kegagalan yang berkelanjutan?,
Pemerintah tak seharusnnya menyerang balik oleh segenap rakyat yang menkritik kinerja para aparat, bagaimanapun kritikan itu anggap saja sebagai preseur agar para aparat dan pejabat ini dapat bekerja lebih baik dengan rasa tanggung jawab atas kinerja yang diembannya.
Penulis hanya memandang kegagalan adalah suatu hal yang biasa, dan kemudian bagaimana kita bisa mensikapi serta mengelola kegagalan untuk diproses ke suatu yang lebih baik walaupun hanya kecil pasti akan berarti, ingat semua manusia pasti pernah gagal hanya malaikat saja yang tak pernah gagal bedanya manusia pernah mencoba dan ber exsperimen dan malaikat tidak pernah mendapat ujian yang bernama kegagalan, maka anggap saja kegagalan juga suatu nikmat dari Alloh SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar