Sudah lama rasanya tidak menulis kembali, ada banyak kesibukan yang
banyak menyita waktu saya mungkin sampai
akhir tahun ini kesibukan itu akan terus berlanjut. Postingan kali ini masih ada kaitanya dengan postingan saya
pada tanggal 15 Juni 2013 Standar baik itu. Dalam kehidupan kita tidak akan pernah
lepas dari puas dan kecewa, apa itu puas dan apa itu kecewa silahkan dari di sini
Intinya setiap kita akan mengejar yang namaya kepuasan atau bisa dikatakan
setiap kita akan cenderung untuk meminimalisir kekecewaan yang mungkin timbul akibat
dari apa yang kita putuskan. Dalam hal pembelianpun walau sudah maksimal dalam
memilih kadang kala kita menemui kekecewaan bahkan hampir semuanya memunculkan
kekecewaan yang membedakan antara satu orang dan lainya hanya tingkat kecewa
yang dialaminya.
Pada awalnya memang tidak merasa kecewa tetapi seiring berlalunya waktu
mungkin 1 hari, 1 minggu, 1 bulan kemudian baru muncul rasa kecewa tersebut. Hampir
semua orang tidak mau mengalami kecewa
dalam hal pembelian atau hal apapun. Untuk meminimalisir rasa kecewa sebenarnya sangatlah simpel, semua orang sebenarnya berpotensi
bisa untuk melakukannya tetapi jarang yang mau melakukan mungkin karena
memberatkan dan tidak mengenakkan dan harus terus dipupuk atau dilatih dan
dipraktekkan secara kontinue untuk bisa melakukannya
Kita ambil ilustrasi berikut. ketika kita membeli sebuah baju, baju
tersebut sudah kita sortir, kita bandingkan dan menurut kita sudah yang ter
baik dengan harga 50 ribu kemudian kita bayar dan sesampainya dirumah kita
pakai ternyata kondisi jaitannya kurang rapi tidak sesuai keinginan kita
(merasa kecewa). Kemudian ada teman ngomong, seharusnya kamu jangan beli baju ini,
kualitasnya kurang bagus, kalau mau beli baju yang seharga 100 ribu kualitas
jaitannya dijamin lebih bagus dari baju ini (seakan akan kalau beli baju
seharga 100 ribu tidak akan kecewa) padahal mau beli baju seharga 1 juta pun
kita akan merasa kecewa atau kurang puas.
Untuk meminimalisir kekecewaan bukan memaksakan untuk mencari yang lebih
baik tetapi “sesuaikan kondisi hati kita dengan keadaan yang terjadi” setalah
kita upaya secara maksimal sesuai kemampuan kita.
Jadi Usaha maksimal sesuai dengan kemampuan kita itu wajib selanjutnya apapun
hasilnya, apapun keadaanya sesuaikan hati kita dengan hasil tersebut. Untuk kasus
pembelian baju diatas bukan dengan membeli baju seharga 100 ribu karena dengan
membeli baju seharga 100 ribu pun kita akan
kecewa dan ada kemungkinan tingkat kecewa kita akan lebih besar dari
pada kecewa akibat membeli baju seharga 50 ribu.
Semoga saya dan kita semua bisa melakukan hal ini yaitu usaha maksimal dulu kemudian sesuaikan hati kita dengan kondisi yang terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar