Minggu, 10 November 2013

Meminimalisir Kekecewaan

Sudah lama rasanya tidak menulis kembali, ada banyak kesibukan yang banyak  menyita waktu saya mungkin sampai akhir tahun ini kesibukan itu akan terus berlanjut. Postingan kali  ini masih ada kaitanya dengan postingan saya pada tanggal 15 Juni 2013 Standar baik itu. Dalam kehidupan kita tidak akan pernah lepas dari puas dan kecewa, apa itu puas dan apa itu kecewa silahkan dari di sini

Intinya setiap kita akan mengejar yang namaya kepuasan atau bisa dikatakan setiap kita akan cenderung untuk meminimalisir kekecewaan yang mungkin timbul akibat dari apa yang kita putuskan. Dalam hal pembelianpun walau sudah maksimal dalam memilih kadang kala kita menemui kekecewaan bahkan hampir semuanya memunculkan kekecewaan yang membedakan antara satu orang dan lainya hanya tingkat kecewa yang dialaminya.

Pada awalnya memang tidak merasa kecewa tetapi seiring berlalunya waktu mungkin 1 hari, 1 minggu, 1 bulan kemudian baru muncul rasa kecewa tersebut. Hampir semua orang tidak  mau mengalami kecewa dalam hal pembelian atau hal apapun. Untuk meminimalisir rasa kecewa sebenarnya sangatlah simpel, semua orang sebenarnya berpotensi bisa untuk melakukannya tetapi jarang yang mau melakukan mungkin karena memberatkan dan tidak mengenakkan dan harus terus dipupuk atau dilatih dan dipraktekkan secara kontinue untuk bisa melakukannya

Kita ambil ilustrasi berikut. ketika kita membeli sebuah baju, baju tersebut sudah kita sortir, kita bandingkan dan menurut kita sudah yang ter baik dengan harga 50 ribu kemudian kita bayar dan sesampainya dirumah kita pakai ternyata kondisi jaitannya kurang rapi tidak sesuai keinginan kita (merasa kecewa). Kemudian ada teman ngomong, seharusnya kamu jangan beli baju ini, kualitasnya kurang bagus, kalau mau beli baju yang seharga 100 ribu kualitas jaitannya dijamin lebih bagus dari baju ini (seakan akan kalau beli baju seharga 100 ribu tidak akan kecewa) padahal mau beli baju seharga 1 juta pun kita akan merasa kecewa atau kurang puas.

Untuk meminimalisir kekecewaan bukan memaksakan untuk mencari yang lebih baik tetapi “sesuaikan kondisi hati kita dengan keadaan yang terjadi” setalah kita upaya secara maksimal sesuai kemampuan kita.
Jadi Usaha maksimal sesuai dengan kemampuan kita itu wajib selanjutnya apapun hasilnya, apapun keadaanya sesuaikan hati kita dengan hasil tersebut. Untuk kasus pembelian baju diatas bukan dengan membeli baju seharga 100 ribu karena dengan membeli baju seharga 100 ribu pun kita akan  kecewa dan ada kemungkinan tingkat kecewa kita akan lebih besar dari pada kecewa akibat membeli baju seharga 50 ribu.

Semoga saya dan kita semua bisa melakukan hal ini yaitu usaha maksimal dulu kemudian sesuaikan hati kita dengan kondisi yang terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar